WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKAPOKOK BAHASAN TEOREMA PHYTAGORAS MELALUIPEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH(PTK Pembelajaran .....

ABSTRAK
Putri Dwi Martani, A 410 030 194, J

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui proses
pembelajaran matematika melalui pembelajaran berbasis masalah guna
meningkatkan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematika
siswa kelas VIII SMP. Subyek pelaksana tindakan adalah guru matematika kelas
VIII SMP AL-ISLAM Kartasura berkolaborasi dengan peneliti dan kepala
sekolah. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, review, dan
catatan lapangan.
Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metode alur.
Hasil penelitian ini adalah 1) ada peningkatan pemahaman matematika siswa
dalam mengerjakan soal-soal latihan mencapai 70,27%, dalam membuat
kesimpulan materi pelajaran mencapai 67,56%, dalam mengerjakan soal-soal
pekerjaan rumah mencapai 75,67%, 2) ada peningkatan kemampuan pemecahan
masalah dalam memecahkan masalah berdasarkan strategi yang dipikirkan sendiri
mencapai 75,67%, dalam mengemukakan jalan pikiran atau alasan yang
melandasi solusinya mencapai 72,97%.


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan zaman akan diikuti oleh banyak
perubahan yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan suatu sistem
yang ada. Perubahan-perubahan yang ada akan meliputi berbagai aspek
kehidupan baik aspek sosial, ekonomi, politik, maupun aspek pendidikan.
Kadang kita tidak menyadari bahwa aspek pendidikan sebenarnya
mempengaruhi semua aspek yang ada, karena pendidikan adalah dasar kita
untuk mendapatkan ilmu. Hal ini menyebabkan perbaikan-perbaikan dalam
bidang pendidikan harus terus dilakukan.
Matematika sebagai salah satu disiplin ilmu tidak terlepas kaitannya
dengan pendidikan terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, yang saat ini sedang memegang peranan penting dalam perubahan
suatu bangsa. Menurut Morris Kline (1961) bahwa jatuh bangunnya suatu
negara dewasa ini tergantung dari kemajuan di bidang matematika dan Slamet
Imam Santoso mengemukakan bahwa fungsi matematika dapat merupakan
ketahanan Indonesia dalam abad 20 di jalan raya bangsa-bangsa (Simanjuntak,
1993:64).
Matematika merupakan suatu pelajaran yang penting, sebagai salah
satu bukti pelajaran matematika diajarkan di semua jenjang pendidikan dan
memiliki jam pelajaran yang lebih banyak dibandingkan dengan mata
pelajaran yang lain. Mengingat pentingnya pelajaran matematika dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pelajaran ini perlu
dikuasai dan dipahami oleh segenap lapisan masyarakat terutama siswa
sekolah formal. Tetapi pada kenyataannya banyak dari peserta didik yang
menganggap matematika sebagai sesuatu yang menakutkan. Matematika
biasanya akan membuat siswa mengeluh saat mempelajari pelajaran tersebut,
mereka akan merasa sakit perut, badan gemetar, membuat muka pucat, dan
berkeringat dingin. Banyak pihak yang mengaitkan kegagalan siswa dalam
pelajaran matematika adalah karena materi yang terlalu banyak tetapi waktu
penyampaian hanya terbatas, dan metode pembelajaran yang masih tradisional
dan tidak interaktif.
Proses pembelajaran membutuhkan metode yang tepat. Kesalahan
dalam penggunaan metode, dapat menghambat tercapainya tujuan pendidikan
yang diinginkan. Dampak yang lain adalah siswa sulit untuk menerima dan
memahami pelajaran yang disampaikan. Pemahaman yang kurang ini
mengakibatkan siswa sulit untuk mengerjakan soal-soal yang bervariasi.
Menurut Yaniawati (2006:1) dalam kaitannya dengan pemahaman, National
Council of Teacher of Mathematic (NCTM 2000) merumuskan bahwa
pembelajaran umum matematika menggariskan peserta didik harus
mempelajari matematika melalui pemahaman dan aktif membangun
pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki yaitu : 1)
belajar untuk berkomunikasi (mathematical communication), 2) belajar untuk
bernalar (mathematical reasoning), 3) belajar untuk memecahkan masalah
(mathematical problem solving), 4) belajar untuk mengaitkan ide
(mathematical connections), dan 5) pembentukkan sikap positif terhadap
matematika (positive attitudes toward mathematics). Kelima pengetahuan
yang disebutkan oleh NCTM itu disebut daya matematika (mathematical
power ).
Daya matematika (mathematical power) tersebut bisa terwujud jika
dan hanya jika pembelajaran matematika dapat menghasilkan pemahaman
pada diri setiap siswa. Untuk menghasilkan pemahaman yang kuat pada
peserta didik dalam proses pembelajaran haruslah diimbangi dengan
penggunaan metode belajar yang menarik.
Dari beberapa model pembelajaran, ada model pembelajaran yang
menarik dan mampu meningkatkan kemampuan pemahaman dan pemecahan
masalah siswa yaitu model pembelajaran yang berbasis masalah. Model
pembelajaran ini dirancang untuk menciptakan ketertarikan belajar siswa. Inti
dari pembelajaran berbasis masalah ini adalah mengaitkan materi yang
disampaikan dengan kehidupan sehari-hari, karena seorang siswa yang belajar
itu pada dasarnya mencari hubungan antara hal yang dipelajari dengan yang
telah dimiliki, dialami atau diketahui siswa. Sehingga siswa lebih mudah
paham dan lebih mudah untuk memecahkan masalah matematika dengan cara
yang kreatif.
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian tentang upaya peningkatan kemampuan pemahaman dan
pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran berbasis masalah pada pokok
bahasan teorema Phytagoras.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan. Permasalahan-permasalahan
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Banyaknya anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit
dan kurang diminati.
2. Guru masih menggunakan metode mengajar yang tradisional dan tidak
interaktif.
3. Tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika masih kurang
optimal sehingga siswa kurang mampu untuk memecahkan suatu masalah
matematika.
4. Pentingnya faktor strategi yang digunakan dalam pembelajaran untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
C. Pembatasan Masalah
Guna menghindari kesalahpahaman serta demi keefektifan dan
keefisienan dalam penelitian ini, maka tidak semua masalah dalam
pembelajaran akan diteliti. Dalam penelitian ini permasalahan akan dibatasi
pada:
1. Pemahaman siswa dibatasi pada penguasaan materi teorema Phytagoras.
2. Kemampuan pemecahan masalah siswa dibatasi pada kreatifitas siswa
dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi teorema
Phytagoras.
D. Perumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan berdasarkan latar
belakang masalah dan identifikasi masalah. Maka penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah tindakan guru dalam pembelajaran matematika melalui
pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan
pemahaman siswa?
2. Apakah tindakan guru dalam pembelajaran matematika melalui
pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah siswa?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang baik haruslah sejalan dengan masalah
penelitian yang dikemukakan diatas. Tujuan penelitian tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Meningkatkan kemampuan pemahaman siswa terhadap teorema
Phytagoras melalui pembelajaran berbasis masalah.
2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa terhadap teorema
Phytagoras melalui pembelajaran berbasis masalah.
F. Manfaat Penelitian
Setiap penelitian pasti mempunyai manfaat-manfaat yang dapat
berguna bagi sekitarnya minimal yaitu untuk peneliti sendiri. Manfaat yang
akan diperoleh dari penelitian ini di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan
pengetahuan pada tingkat teoritis kepada pembaca dan guru dalam
meningkatkan pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah siswa
terhadap mata pelajaran matematika pokok bahasan teorema Phytagoras
melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini juga
dapat memberi dorongan kepada guru untuk memperluas pengetahuan dan
wawasan mengenai model pembelajaran alternatif dalam rangka student
centered ( pembelajaran yang di pusatkan pada siswa).
2. Manfaat praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata berupa
langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan
pemecahan masalah terhadap pelajaran matematika pokok bahasan
teorema Phytagoras melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah.
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi siswa,
guru, dan sekolah.
a. Bagi siswa, penelitian ini berguna untuk membantu meningkatkan
kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah bagi diri mereka
sendiri sehingga memicu peningkatan prestasi siswa dalam belajar dan
life skill (kecakapan hidup) dalam masyarakat.
b. Bagi guru, penelitian ini merupakan masukan dalam memperluas
pengetahuan dan wawasan mengenai model pembelajaran dalam
rangka meningkatkan kemampuan pemahaman dan pemecahan
masalah siswa.
c. Bagi sekolah, hasil penelitian ini memberikan sumbangan dalam
rangka perbaikan pembelajaran matematika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar