WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASISPORTOFOLIO PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOKDI SMP NEGERI I TAWANGMANGU KELAS VIITAHUN AJARAN 2004/2005

ABSTRAK
Disusun Oleh :
Singgih Maryadi, A 410950032,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar
siswa menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dan
menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Populasi dalam penelitian
ini adalah semua kelas VII SMP Negeri 1 Tawangmangu. Sampel penelitian
ini terdiri dari satu kelas eksperimen yang berjumlah 39 siswa dan satu kelas
sebagai kelas kontrol yang berjumlah 39 siswa yang terus diambil dengan
random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode : observasi, tes, dokumentasi.
Untuk melakukan uji coba
instrumen validitas dan reliabilitas yang bertujuan untuk mengukur bentuk
soal sehingga tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud.
Sebelum dilakukan persyaratan uji analisis yang meliputi : uji normalitas dan
uji homogenitas. Setelah itu dilakukan pengujian hipotesa dengan uji t pada
taraf signifikasi 5%. Dari hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan
prestasi belajar matematika yang signifikan yang dilakuakan antara Model
Pembelajaran Berbasis Portofolio dengan Model Pembelajaran Konvensional,
dengan tHitung = 3,76 > tTabel = 1,960. sehingga dapat dikatakan model
pembelajaran portofolio dapat meningkatkan prestasi siswa.


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia pada hakekatnya tak lepas dari matematika yang merupakan ilmu
penting untuk mendasari ilmu-ilmu lain serta merupakan alat-alat bantu bagi
ilmu-ilmu tersebut untuk mengembangkan diri. Matematika merupakan salah satu
ilmu dasar murni yang kini telah berkembang pesat baik materi maupun
kegunaannya. Ini terjadi sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin maju. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
ada tidak terlepas dari peranan matematika, oleh karena itu dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini perlu calon
pendidik untuk memperhatikan pendidikan matematika seiring dengan
perkembangan IPTEK tersebut.
Dengan demikian matematika dapat mempersiapkan peserta didik untuk
menghadapi perubahan didalam kehidupan yang selalu berkembang melalui
tindakan dengan pemikiran yang logis dan cermat sehingga siswa dapat
menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari
dan dalam mempelajari ilmu pengetahuan.
Karena itu dalam kegiatan belajar mengajar didalam kelaspun guru harus
mempersiapkan diri sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat mencapai
tujuan tersebut. Maka dari itu penguasaan konsep matematika yang ditanamkan
pada peserta didik sangat penting dalam mempercepat perkembangan peserta
didik untuk masa yang akan datang.
Sampai saat ini matematika masih menjadi mata pelajaran yang kurang
disukai siswa. Oleh karena itu sebagai pendidik haruslah dapat meningkatkan
siswa untuk menyukai pelajaran yang diberikan. Selain itu untuk meningkatkan
mutu pendidikan diperlukan perubahan-perubahan pola fikir yang digunakan
sebagai landasan pelaksanaan kurikulum. Pada masa lalu proses belajar mengajar
terfokus pada guru, dan kurang terfokus pada siswa. Akibatnya kegiatan belajar
mengajar lebih menekankan pada pengajaran dari pada pembelajaran.
Untuk itu, model pembelajaran tersebut harus sudah tidak digunakan lagi
karena tidak dapat mencapai pendidikan nasional secara maksimum. Maka secara
bertahap dan terus menerus dilakukan perbaikan dan pengembangan kurikulum
serta kualitas pemebelajaran dan mutu pendidikan sekolah yang sesuai dengan
kuikulum berbasis kompetensi. Dalam meningkatkan mutu pendidikan pada
pelajaran matematika dan agar pengajaran matematika lebih bermakna maka perlu
ditanamkan kepada siswa suatu pembelajaran yang menyenangkan. Model
pembelajaran menyenangkan di sini adalah untuk mengajak siswa bermain sambil
belajar, sehingga penguasaan konsep siswa dapat tertanam dan dapat mencapai
hasil yang optimal untuk memecahkan suatu masalah.
Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, seorang siswa perlu memahami
suatu proses penyelesaian dan menjadi terampil dan memilih konsep yang benar.
Selanjutnya mencari dan memutuskan rencana penyelesaian dan
mengidentifikasikan ke dalam kelompok permasalahan, sehingga akan
memungkinkan siswa untuk menyalesaikan masalah dan mengambil suatu
kesimpulan yang tepat. Menurut Hudoyo (1979 : 157), yang dalam bukunya,
Pengembangan Kurikulum Matematika dan Pelaksanaannya di Depan Kelas
menyatakan bahwa:
“Suatu pertanyaan merupakan suatu masalah bagi seorang anak, tetapi tidak
akan menjadi suatu masalah lagi bagi anak tersebut pada saat berikutnya, bila
anak tersebut sudah mengetahui cara atau proses mendapatkan penyelesaian
masalah tersebut”.
Jadi jelas dalam buku tersebut siswa harus dapat menghadapi persoalan yang
dihadapi oleh siswa tersebut untuk menjadikan tantangan yang harus dihadapi
untuk dapat menjawabnya.
Keberhasilan siswa belajar juga tidak sekedar berhasil belajar, tetapi
keberhasilan belajar yang ditempuhnya dengan belajar yang aktif. Ruseffendi
(1991:02) mengatakan dalam bukunya Pengantar Kepada Membantu Guru
Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika Untuk
Meningkatkan CBSA.
“Suatu kelompok siswa dikatakan belajar secara aktif bila dalam kegiatan
belajar ada mobilitas, misalnya nampak ada interaksinya yang terjadi antara
guru dan siswa serta antara siswa sendiri, komunikasi yang terjadi itu tidak
hanya satu arah dari guru ke siswa tetapi banyak arah. Bila mereka belajar di
dalam ruangan kelas akan nampak dari adanya keberhasilan siswa untuk
bergerak”.
Dengan demikian belajar matematikan harus dilaksanakan secara keseluruhan,
artinya bukan semata-mata mempelajari cara kerja untuk menyelesaikan masalah,
tetapi harus digali dengan berbagai macam cara sehingga mendapatkan
penguasaan konsep yang optimal, yang secara langsung dapat menyelesaikan
masalah yang dihadapi.
Dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana
caranya siswa itu dapat menguasai penguasaan konsep untuk memecahkan
masalah dengan menyusun skripsi yang berjudul: “Model Pembelajaran
Matematika Berbasis Portofolio Pada Pokok Bahasan Kubus Dan Balok”.
B. Alasan Pemilihan Judul
Kata pembelajaran dapat di artikan sebagai perubahan dalam kemampuan,
sikap, atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman
atau pelatihan. Perubahan yang hanya berlangsung sekejab dan kemudian kembali
keperilaku semula menunjukkan bahwa terjadi peristiwa pembelajaran, walaupun
mungkin terjadi pengajaran. Tugas seorang guru adalah membuat agar proses
pembelajaran pada siswa berlangsung secara efektif.
Selain fokus pada siswa pola fikir pembelajaran perlu diubah dari sekedar
memahami konsep dan prinsip keilmuan, siswa juga harus memiliki kemampuan
untuk berbuat sesuatu dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan yang
telah dikuasai. Selain itu dari pemebelajaran yang sekedar ingin tahu, juga harus
dapat berbuat dan bahkan sampai dituntut untuk membangun jati diri yang kokoh
sehingga dari pembelajaran itu terlihat lebih harmonis.
Model pembelajaran berbasis portofolio ini merupakan satu bentuk
perubahan pola fikir tersebut, yaitu suatu inovasi pembelajaran yang dirancang
untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui
pengalaman belajar praktik empirik. Bila kita perhatikan dari sejumlah
keunggulan model pembelajaran yang berbasis portofolio ini adalah :
1. Dapat mengumpulkan informasi baik formal maupun non formal yang dapat
dilaksanakan secara terpadu dalam suasana yang menyenangkan serta
memungkinkan ada kesempatan terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa
yang diketahui, dipahami, dan mampu dikerjkan.
2. Pencapaian hasil belajar siswa tidak dibandingkan dengan prestasi kelompok,
tetapi dibandingkan dengan kemampuan sebelumnya.
3. Pengumpulan informasi menggunakan berbagai cara agar kemajuan belajar
dapat terdeteksi secara lengkap.
4. Siswa dituntut agar mengerahkan semua potensi dalam menanggapi,
mengatasi semua masalah yang dihadapi dengan caranya sendiri, bukan
sekedar melatih siswa memilih jawaban yang tersedia.
Model pembelajaran ini dapat menjadi program pendidikan yang mendorong
kompetensi, tanggung jawab, dan partisipasi peserta didik, belajar menilai dan
mempengaruhi kebijakan publik, memberanikan diri untuk berperan serta dalam
kegiatan antar siswa, antar sekolah, dan antar anggota masyarakat sehingga
menjadi manusia yang berguna.
Berdasarkan refleksi pengalaman belajar melalui Model Pembelajaran
Berbasis Portofolio itu banyak terjadi keuntungan bekerja dalam belajarnya
melalui tim yang dibentuk antaranya adalah banyak memperoleh masukan dalam
menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu jika masukan-masukan itu menunjang
pemecahan masalah, maka masalah itu mudah dipecahkan secara lebih
komprehensip sehingga dapat meningkatkan kompetensi siswa.
Kompetensi adalah pengatahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang
direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Untuk tewujudnya proses
dan hasil pendidikan akan sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh ketersediaan
sumber daya manusia. Guru memiliki tantangan yang tidak ringan untuk dapat
melaksanakan proses belajar.
Dalam kontek pendidikan, penilaian diartikan sebagai suatu kegiatan untuk
mengetahui perkembangan, kemajuan dari hasil belajar siswa selama program
pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran matematika penilaian memiliki
beberapa tujuan. Tujuan penilaian itu antara lain adalah :
1. Mengetahui kecakapan dari pengetahuan siswa.
2. Mengetahui seberapa jauh siswa telah mencapai tujuan pembelajaran.
3. Mengetahui apa yang telah diketahui dan yang tidak diketahui oleh siswa
4. Menegaskan bahwa penilaian dalam pembelajaran matematika siswa mampu
membuat keputusan.
Dari hal tersebut tentu saja secara keseluruhan tujuan dari penilaian adalah
untuk membuat pilihan yang tepat yang dapat mengembangkan keefektifan
pembelajaran tersebut. Keputusan yang diambil berdasar pada suatu pertimbangan
tertentu dan pertimbangan itu didasarkan pada informasi yang telah berhasil
dikumpulkan.
Penilaian merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan oleh guru sebagai
bagian dari sistem yang direncanakan. Komponen-komponen pokok penilaian
meliputi pengumpulan informasi, interprestasi terhadap informasi yang telah
dikumpulkan, dan pengambilan keputusan. Ke-tiga komponen itu saling berkaitan
dan sebelum melakukannya guru harus menentukan atau merumuskan tujuan
penilaian.
Tujuan dan fungsi penilaian khususnya penilaian hasil belajar dapat bermacammacam,
yang antara lain adalah :
a. Mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran
b. Mengetahui kinerja dari belajar siswa
c. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
d. Memberikan umpan balik terhadap peningkatan mutu pembelajaran
e. Menjadi alat pendorong dalam meningkatkan kemampuan siswa
f. Menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas atau
kelulusan
g. Menjadi alat penjamin, pengawasan, dan pengendalian mutu pedidikan
Portofolio merupakan salah satu bentuk instrumen penilaian yang digunakan
dalam pembelajaran, maka dapat dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan
belajar mengajar. Oleh karena itu, penilaian ini harus benar-benar dipahami dan
dilaksanakan oleh guru. Selain itu dalam pelaksanaan penilaian, guru juga harus :
1) Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat proses penilaian
sebagai kegiatan refleksi.
2) Memberi informasi tentang hasil belajar siswa.
3) Memberi kebutuhan siswa.
4) Mengembangkan sistem dalam pengamatan belajar siswa.
5) Menggunakan penilaian dalam pengumpulan informasi untuk membuat
keputusan tentang hasil yang dicapai siswa.
Dengan demikian secara keseluruhan pengertian dari judul Model
Pembelajaran Berbasis Portofolio Matematika Pada Pokok Bahasan Kubus Dan
Balok pada siswa kelas VII SMP N 1 Tawangmangu adalah berupa perencanaan
dan pelaksanaan pembelajaran oleh peneliti yang bekerja sama dengan guru
sebagai mitra dalam usaha untuk dapat siswa menguasai mata pelajaran
matematika yang berdimensi tiga. Maka penulis mengambil Model Pembelajaran
Berbasis Portofolio ini sebagai sebagai judul skripsi untuk menempuh gelar
kesarjanaan.
C. Perumusan Masalah
Belum maksimalnya nilai hasil belajar dikarenakan siswa kurang termotivasi
untuk belajar, mengingat proses belajar selama ini lebih tertumpu pada guru dan
tugas yang telah diberikan sehingga siswa selalu jenuh dan kurang senang dengan
cara pembelajaran tersebut untuk dapat memahami apa yang telah diberikan.
Akibat lebih lanjut adalah lemahnya penguasaan materi, model pembelajaran dan
sistem penilaian. Hal ini tidak boleh dibiarkan belarut-larut. Oleh karena itu
Model Pembelajaran Berbasis Portofolio ini sungguh strategis sifatnya bagi upaya
pemecahan masalah rendahnya prestasi belajar siswa. Maka dalam hal ini untuk
mengatasi masalah yang terjadi dalam proses ini juga harus diketahui :
Apakah ada perbedaan antara prestasi pembelajaran siswa yang diberi dengan
model pembelajaran portofolio dengan model pembelajaran konvensional?
D. Pembatasan Masalah
Agar tidak terjadi kesalah pahaman penafsiran dan lebih terarahnya dari
penyimpangan dalam penelitian ini, dan juga untuk mengingat keterbatasan
kemampuan penulis dalam membuat sekripsi ini, maka perlu adanya pembatasan
masalah, antara lain :
Penelitian ini hanya dilakukan pada SMP Negeri 1 Tawangmangu Kelas VII.
a. Mata pelajaran yang penulis lakukan untuk penelitian pada mata pelajaran
matematika pada pokok bahasan kubus dan balok.
b. Prinsip belajar siswa aktif
Proses pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis
Portofolio yang berpusat pada siswa. Aktifitas siswa hampir seluruh proses
pembelajaran, dari fase perencanaannya di kelas.
c. Faktor guru hanya monitoring dari jalannya pembelajaran.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah untuk meningkatkan proses
belajar khususnya mata pelajaran matematika dengan menggunakan model
pembelajaran portofolio sehingga siswa lebih dapat memahami dan mendapatkan
konsep yang benar.
F. Manfaat Penelitian
Penulis ingin menulis berharap dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Untuk menunjang keberhasilan memahami materi kubus dan balok dengan
Model Pembelajaran Berbasis Portofolio sebagai model unggulan dibidang
matematika.
2. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis sehingga berguna
dalam membangun ilmu sebagai calon didik.
3. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, mengambil
keputusan, dan berkomunikasi dengan orang lain.
4. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi guru matematika
khususnya untuk meningkatkan penguasaan materi kubus dan balok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar