WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Rabu, 06 April 2011

PERENCANAAN GEDUNG LIMA LANTAI (1 BASEMENT) UNTUK RUMAH SAKIT DI PURWODADI DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL

ARDISAPUTRA, FEBBY (2010)
Abstract

Tugas akhir ini dimaksudkan untuk merencanakan gedung rumah sakit umum di Purwodadi. Perencanaan ini dibatasi pada perencanaan elemen struktur dari gedung, yaitu struktur rangka atap baja (kuda-kuda utama), pelat lantai, tangga, struktur beton bertulang (balok dan kolom) dan pondasi. Perencanaan gedung terletak di Purwodadi dengan faktor gempa sesuai dengan prinsip daktail parsial. Perencanaan pembebanan untuk gedung menggunakan Peraturan Pembebanan Untuk Gedung 1983 dan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971. Analisis perhitungan struktur gedung menggunakan bantuan “SAP 2000” non linear dengan tujuan mempercepat perhitungan.

Sedangkan penggambaran menggunakan program Autocad 2007 dan sketch up V.6. Analisis beban gempa menggunakan metode statik ekivalen dengan Pedoman Peraturan Gempa SNI 1726-2002. Perhitungan struktur beton mengacu pada SNI 03-2847-2002, sedangkan untuk perhitungan struktur rangka atap baja mengacu pada PPBBUG 1987 serta SNI 03-1729-2002. Mutu bahan untuk penulangan struktur beton bertulang dengan kuat tekan (f’c) = 25 MPa, fy plat = 300 MPa, fy balok = fy kolom = fy pondasi = 400 MPa, sedangkan untuk profil kuda-kuda baja menggunakan mutu baja Bj 52 (σijin = 2400 kgcm2). Hasil yang diperoleh pada perencanaan struktur gedung adalah sebagai berikut : Stuktur rangka kuda-kuda baja menggunakan profil   50.65.7 dan   40.60.6, dengan alat sambung baut ø = 9,52 mm dan pelat buhul 10 mm. Ketebalan plat lantai 12 cm dengan tulangan pokok D8 dan tulangan bagi D6. Ketebalan Plat tangga dan bordes 12 cm dengan tulangan pokok D12 dan tulangan bagi D6. Balok anak menggunakan dimensi 200/300, sedangkan untuk balok induk menggunakan dimensi 400/500 dengan tulangan pokok D22 dan tulangan geser 2 dp 10. Kolom menggunakan dimensi 500/500 dengan tulangan pokok D22 dan tulangan geser 2 dp 10. Dimensi pondasi tiang pancang 400/400 mm dengan tulangan pokok D19 dan tulangan geser 2 dp 10, plat poer (3x3) m2 setebal 1 m dengan tulangan pokok D25 dan tulangan bagi D16, sedangkan dimensi sloof 400/500 menggunakan tulangan pokok D22 dan tulangan geser 2 dp 10.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesejahteraan suatu masyarakat salah satunya dapat diukur melalui tingkat
kesehatannya. Bahkan keberhasilan pembangunan ditentukan bila sejauh mana
tingkat kesejahteraan dapat dicapai. Kesehatan masyarakat akan meningkatkan
produktifitas kerja yang pada gilirannya dapat menunjang kegiatan pembangunan
baik fisik maupun rohani.
Purwodadi adalah kota yang sedang berkembang dan berusaha
meningkatkan taraf hidup masyarakatnya seperti kota-kota lainnya. Untuk
memenuhi kebutuhan warganya, Purwodadi terus membangun fasilitas maupun
prasarana fisik, seperti jalan, perumahan untuk tempat tinggal, rumah sakit,
pertokoan dan perkantoran untuk melakukan usaha, serta sarana pelengkap
lainnya.
Dan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat Purwodadi akan
pelayanan kesehatan yang memadai akan direncanakan pembangunan gedung
Rumah Sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan kapasitas yang lebih
banyak dibanding dengan rumah sakit-rumah sakit yang sudah ada sebelumnya.
Dalam Standar Nasional Indonesia SNI-1726-2002 menjelaskan bahwa
struktur gedung yang ketahanan gempanya direncanakan menurut Standar SNI-
1726-2002 ini dapat berfungsi :
1). menghindari terjadinya korban jiwa manusia oleh runtuhnya gedung akibat
gempa yang kuat;
2). membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang, sehingga
masih dapat diperbaiki;
3). membatasi ketidaknyamanan penghunian bagi penghuni gedung ketika terjadi
gempa ringan sampai sedang;
4). mempertahankan setiap saat layanan vital dari fungsi gedung
Berdasarkan pertimbangan yang telah dikemukakan di atas, maka untuk
merencanakan Rumah Sakit lima lantai di Purwodadi ini menggunakan prinsip
daktail parsial. Karena dapat memenuhi persyaratan diatas selain itu pelaksanaan
nya lebih effisien.
Sesuai dengan fungsi dari Rumah Sakit yaitu sebagai pelayanan dalam
bidang kesehatan, maka di dalam Rumah Sakit Purwodadi ini juga di beri
beberapa fasilitas penting yang juga berfungsi untuk melayani kesehatan
diantaranya yaitu:
1). Kamar inap yaitu ruangan yang digunakan untuk menginap pasien pada saat
proses pengobatan maupun proses perawatan.
2). Ruang obat yaitu ruang yang digunakan untuk menyimpan obat-obatan.
3). Ruang penanganan ICU yaitu ruangan yang digunakan untuk menanggani
pasien yang menggalami keadaan kritis.
4). Ruang bedah yaitu ruangan yang digunakan untuk melakukan proses
pembedahan atau operasi.
5). Kantor direksi yaitu kantor yang digunakan untuk pejabat-pejabat rumah sakit
seperti Direktur, Wakil I, Wakil II, Wakil III, Sekertaris, dan Staff.
6). Ruang pertemuan adalah ruangan yang digunakan untuk pertemuan ataupun
rapat.
7). Ruang dokter yaitu ruangan khusus yang digunakan untuk Dokter.
8). Kamar mandi yang di tempatkan pada tiap kamar inap yang digunakan untuk
kepentingan pasien yang menginap dan kamar mandi yang ditempatkan di luar
pada tiap lantai yang digunakan untuk kepentingan orang umum.
9). Kantin yang ditempatkan pada lantai 1 dan 4 agar para penunjung tidak perlu
terlalu jauh untuk naik turun lantai jika merasa lapar.
10). Lavatory and smoking area yaitu area yang digunakan untuk WC sekaligus
area untuk merokok. Karena pada tiap lantai terdapat fasilitas WC dan kamar
mandi serta tiap lantai juga dibutuhkan adanya listrik maka dibutuhkan adanya
shaf .
11). Tangga yang digunakan untuk para penggunjung.
12). Lift sebagai alat untuk naik atau turun bagi para pasien dan para penjenguk.
Dengan adanya fasilitas ini diharapkan kebutuhan masyarakat yang ada di
Rumah Sakit ini akan terpenuhi semua, sehingga tercapai tujuan pendirian Rumah
Sakit ini.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada bagian latar belakang,
penulis mengambil suatu rumusan yang akan digunakan sebagai acuan sebagai
berikut:
1). Kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang lengkap dan kapasitas
yang lebih besar.
2). Mengingat Indonesia pada saat ini sering dilanda gempa, maka direncanakan
sebuah gedung rumah sakit tahan gempa.
C. Tujuan Perencanaan
Tujuan perencanaan Rumah Sakit di Purwodadi ini adalah :
1). Untuk mandapatkan analisis struktur dalam perencanaan Rumah Sakit di
Purwodadi
2). Untuk mendapatkan perencanaan konstruksi bangunan Rumah Sakit di
Purwodadi yang tahan gempa, yang meliputi perhitungan dan gambar struktur
sesuai prinsip daktail parsial.
D. Manfaat Perencanaan
Manfaat pada perencanaan ini ada 2 macam yaitu manfaat secara teoritis
dan secara praktis, dengan penjelasan sebagai berikut :
1). Secara teoritis, perencanaan Rumah Sakit di Purwodadi ini diharapkan dapat
menambah pengetahuan di bidang perencanaan struktur, khususnya dalam
perencanaan struktur beton bertulang tahan gempa dengan prinsip daktail
parsial.
2). Secara praktis, perencanaan gedung ini diharapkan dapat dipakai sebagai
salah satu referensi pada sistem perencanaan struktur tahan gempa dalam
suatu bangunan gedung.
3). Untuk membuat perencanaan konstruksi bangunan yang nantinya akan
digunakan sebagai perbandingan dengan perencanaan konstruksi bangunan
yang sudah dibuat oleh konsultan perencana bangunan Rumah Sakit di
Purwodadi
E. Batasan Masalah
Menghindari melebarnya pembahasan, dalam penyusunan tugas akhir ini
permasalahan dibatasi pada perencanaan struktur, yaitu perencanaan struktur atap
(kuda-kuda) dan beton bertulang (plat lantai, tangga, balok, kolom dan
perencanaan pondasi) dari bangunan struktur rumah sakit dengan prinsip daktail
parsial. Batasan yang digunakan antara lain sebagai berikut :
1. Peraturan-peraturan
1). Bangunan gedung Rumah Sakit lima lantai (1 basement),
2). Perencanaan konstruksi beton bertulang mencakup plat lantai, tangga, balok,
kolom, dan perencanaan pondasi.
3). Perencanaan konstruksi atap mencakup rangka baja, gording, sagord, dan
lain-lain.
4). Digunakan beton bertulang dengan mutu beton f’
c= 25 MPa, dan mutu baja
tulangan fy = 400 MPa (tulangan), fy = 300 MPa (begel).
5). Bangunan berada di Purwodadi ( wilayah gempa 3 ), dengan jenis tanah yang
keras.
6). Peraturan-peraturan yang digunakan dalam perencanaan sebagai berikut :
a). Peraturan Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung
(PPBBUG) 1987.
b). Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) 1971.
c). Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983.
d). Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung
SNI-1726-2002.
e). Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, SNI 03-
2847-2002.
2. Perhitungan dan pembahasan
Untuk memudahkan dalam pelaksanaan perhitungan dan pembahasan,
maka digunakan persyaratan – persyaratan sebagai berikut :
1). Perhitungan perencanaan struktur beton bertulang pada Rumah Sakit lima
lantai (1 basement) dengan prinsip daktail parsial sesuai dengan SK 03-1726-
2002 .
2). Berdasarkan Pasal 4.3.3 SNI 3-1726-2002, taraf kinerja struktur gedung
berupa daktail parsial dengan faktor daktalitas (μ) = 3,0 dan faktor reduksi
gempa (R) = 4,8 di Purwodadi yang termasuk wilayah gempa 3 .
3). Struktur gedung dengan denah “T dan memanjang” dianalisis secara dilatasi.
4). Kombinasi pembebanan pada struktur atap berdasarkan SNI 03-1729-2000.
5). Kombinasi pembebanan pada struktur beton bertulang berdasarkan SNI 03-
2847-2002.
6). Analisa mekanika menggunakan program SAP 2000 V. 11 non linear.
7). Struktur atap direncanakan berupa kuda-kuda rangka baja.
8). Plat atap direncanakan dengan ketebalan 100 mm dan plat lantai serta plat
tangga direncanakan dengan ketebalan 120 mm.
9). Dimensi awal balok induk 400/500 mm, balok anak 200/300 mm dan kolom
500/500 mm. Dimensi ini digunakan sebagai data awal perhitungan dan dapat
berubah sesuai dengan perhitungan dimensi yang paling optimal (bila
memungkinkan)
10). Pondasi digunakan tiang pancang dan dipancangkan sampai mencapai tanah
keras.
11). Mutu beton f’c = 25 MPa, mutu baja tulangan (fy) BJTD = 400 MPa, mutu
baja begel BJTP = 300 MPa dan mutu baja rangka kuda-kuda = BJ 52.
12). Tinggi kolom direncanakan 4 m.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar