WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Rabu, 06 April 2011

PERBANDINGAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG METODE PELAKSANAAN PRECAST.....

CAHYONO, FAJAR (2010) PERBANDINGAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG METODE PELAKSANAAN PRECAST DENGAN METODE KONVENSIONAL DILIHAT DARI SEGI WAKTU DAN BIAYA (Study kasus proyek Asrama Balai Sungai Surakarta Teknologi n- panel system)
Abstract

Tugas Akhir ini dilakukan penelitian Studi perbandingan pembangunan proyek gedung, metode pelaksanaan precast dengan konvensional dilihat dari segi waktu dan biaya. Tujuan studi perbandingan ini adalah mengetahui waktu tercepat dan biaya yang termurah dari kedua metode, dengan obyek yang diteliti adalah Gedung Asrama Balai Sungai Surakarta. Studi perbandingan ini meliputi analisa waktu menggunakan dengan diagram CPM dan Time schedule rencana pelaksanaan proyek, analisa pertambahan uang terhadap waktu, dan analisa biaya dengan metode SNI yang menggunakan harga material, upah pekerja, dan sewa alat yang berlaku di Kabupaten Sukoharjo tahun 2009.

Dengan volume pekerjaan dihitung dari gambar rencana pelaksanaan precast n-panel system, dan perubahan gambar struktur pada metode konvensional. Sehingga diperoleh aspek-aspek yang menyebabkan perbedaan antara metode precast n-panel system dan metode konvensional. Hasil yang diperoleh dari studi perbandingan, dengan analisis waktu, dan biaya tersebut adalah sebagai berikut : 1.Waktu pelaksanaan dengan metode precast n-panel system lebih cepat selama 3 bulan (90 hari kalender) atau 12 minggu, dari pada pelaksanaan dengan metode konvensional. 2.Dengan memperhitungkan pertambahan nilai uang terhadap waktu, maka investasi awal pelaksanaan pembangunan dengan metode precast n-panel system lebih besar atau lebih tinggi Rp 521.453.116,26 dari pelaksanaan dengan metode konvensional. 3.Anggaran Biaya pelaksanaan dengan metode Precast n-panel system lebih besar dari pelaksanaan dengan metode konvensional yaitu sebesar Rp 321.161.271,48. 4.Pelaksanaan dengan precast n-panel system dapat dikerjakan secara mesinal sehingga waktu pelaksanaan lebih cepat dan penggunaan crane sebagai alat bantu erection membutuhkan biaya sewa alat yang besar sehingga anggaran biaya lebih besar.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semakin berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
semakin berkembang pula metode pelaksanaan proyek bangunan gedung. Maka
perlu adanya suatu studi untuk memperdalam dan memahami metode tersebut.
Pada saat ini dikenal oleh masyarakat ada dua metode pelaksanaan beton yaitu,
metode precast dan metode konvensional.
Kedua metode tersebut banyak dipakai pada pembangunan proyek-proyek
gedung di Indonesia. Metode precast adalah bagian-bagian beton bertulang atau
tak bertulang yang dicetak dalam kedudukan lain dari kedudukan akhirnya di
dalam konstruksi, sedangkan konvensional pembuatan struktur beton yang dicetak
dalam kedudukan yang sama dengan akhir dari pelaksanaan konstruksi. Dalam
ilmu manajemen proyek metode tersebut merupakan salah satu dari beberapa
sumber daya proyek yang ada.
Sumber daya proyek dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu :
1. Manusia (Man),
2. Bahan bangunan (Material),
3. Mesin/ peralatan (Manchine)
4. Metode/ cara kerja (Method),
5. Modal uang (Money), dan
6. Pasar (Market).
Sumber daya tersebut di atas tidak tersedia melimpah sehingga merupakan
kendala bagi pencapaian tujuan proyek. Dengan semakin berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi, kendala-kendala tersebut dapat ditanggulangi
sehingga tercapailah tujuan yang diinginkan. Selain sumber daya yang merupakan
kendala, terdapat pula kendala-kendala untuk mencapai tujuan seperti : waktu,
kondisi alam, kondisi sosial, dan sebagainya.

Beton adalah material konstruksi yang banyak dipakai di Indonesia, jika
dibandingkan dengan material lain seperti kayu dan baja. Hal ini bisa dimaklumi,
karena bahan-bahan pembentukannya mudah didapat di Indonesia, cukup awet,
mudah dibentuk dan harganya relatife terjangkau. Ada beberapa aspek yang dapat
menjadi perhatian dalan sistem beton konvensional, antara lain waktu pelaksanaan
yang lama dan kurang bersih, kontrol kualitas yang sulit ditingkatkan serta bahanbahan
dasar cetakan dari kayu dan triplek yang semakin lama semakin mahal dan
langka. Sehingga mulai tergeser dengan beton precast.
Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab
kebutuhan di era millennium baru ini. Pada dasarnya sistem ini melakukan
pengecoran komponen di tempat khusus di permukaan tanah (pabrikasi), lalu
dibawa ke lokasi (transportasi) untuk disusun menjadi suatu struktur utuh
(ereksi). Keunggulan sistem ini, antara lain mutu yang terjamin, produksi cepat
dan masal, pembangunan yang cepat, ramah lingkungan dan rapi dengan kualitas
produk yang baik.
Sistem pracetak telah banyak diaplikasikan di Indonesia, baik yang sistem
dikembangkan di dalam negeri maupun yang didatangkan dari luar negeri. Sistem
pracetak yang berbentuk komponen, seperti tiang pancang, balok jembatan, kolom
plat lantai. Permasalahan mendasar dalam perkembangan sistem pracetak di
Indonesia saat ini adalah :
1. Sistem ini relatife baru.
2. Kurang tersosialisasikan jenisnya, produk dan kemampuan sistem pracetak
yang telah ada.
3. Serta keandalan sambungan antarkomponen untuk sistem pracetak terhadap
beban gempa yang selalu menjadi kenyataan.
4. Belum adanya pedoman resmi mengenai tatacara analisis, perencanaan serta
tingkat kendalan khusus untuk sistem pracetak yang dapat dijadikan pedoman
bagi pelaku konstruksi.
Dalam bahasan ini sangat berkaitan dengan studi perbandingan
pembangunan asrama balai sungai Surakarta metode pelaksanaan precast n-panel
system dengan metode konvensional dari sisi waktu dan biaya. Sehingga akan
diperoleh suatu perbandingan yang nyata dari kedua metode tersebut, yang
dipengaruhi oleh sumber daya proyek yang ada.
Perbedaan yang mendasar antara kedua metode adalah cara pengerjaan dan
pembuatan betonnya. Akan tetapi belum diketahui alasan mendasar dari kedua
metode tersebut digunakan dalam pelaksanaan suatu pembangunan proyek
gedung. Dari kedua metode tersebut jelas ada segi keuntungan dan kerugiannya
tergantung dari sumber daya proyek yang tersedia di lapangan.
Dengan berbagai alasan tersebut maka penulis mencoba mengkaji metode
pelaksanaan precast dan konvensional, yang akan dilihat dari segi waktu dan
biaya pelaksanaannya. Yang diharapkan dapat memberi kontribusi pendidikan
maupun pandangan-pandangan dalam ilmu metode pelaksanaan proyek sipil pada
khususnya dan memberi suatu sosialisasi pada masyarakat dengan adanya metode
pelaksanaan precast.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka diambil suatu rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana perbandingan pelaksanaan kontruksi precast dan konvensional dari
segi waktu?
2. Bagaimana perbandingan pelaksanaan kontruksi precast dan konvensional dari
segi biaya?
3. Menganalisa waktu dan biaya kedua metode tersebut, sehingga diperoleh akar
permasalahan yang terjadi?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakanya penelitian ini adalah:
1. Mengetehui perbandingan waktu pelaksanaan pembangunan metode precast
dengan metode konvensional.

2. Mengetehui perbandingan biaya yang diperlukan pembangunan metode precast
dengan metode konvensional.
3. Mengetahui aspek atau akar permasalahan yang terjadi antara kedua metode.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah:
1. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang teknik sipil khususnya
management konstruksi pembangunan gedung.
2. Mengetahui perbandingan-perbandingan waktu dan, biaya pembangunan
metode precast dengan metode konvensional.
3. Memberikan tambahan sumbangan pemikiran tentang ilmu pengetahuan,
khususnya para pelaksana jasa konstruksi bangunan gedung dalam mememilih
metode pelaksanaannya.
E. Batasan Masalah
Supaya tidak terjadi perluasan dalam pembahasan, maka diberikan
batasan-batasan secara teknis sebagai berikut :
1. Study perbandingan dilakukan pada Proyek Pembangunan Asrama Balai
Sungai Surakarta, yang semula menggunakan metode precast n-panel akan
dikonversi menjadi metode konvensional dengan mutu pelaksanaan yang sama
dan lusan yang sama.
2. Segi perbandingan yang diteliti adalah :
a. Waktu pelaksanaan proyek dengan metode precast n-panel dan metode
konvensional.
b. Biaya pelaksanaan proyek dengan metode precast n-panel dengan metode
konvensional.
3. Analisis studi perbandingan proyek ini meliputi:

a. Analisa biaya menggunakan Rencana Anggaran Biaya dengan SNI (standart
Nasional Indonesia) dengan harga meterial dan upah pekerja di Kabupaten
Sukoharjo.
b. Analisa Waktu menggunakan time schedule.
c. Analisa studi perbandingan dan akar permasalahan yang menyebabkan
perbedaan kedua metode precast n-panel dan konvensional.
d. Analisis waktu terhadap biaya menggunakan tinjauan suku bunga bank yang
berlaku pada saat kajian.
F. Keaslian Tugas Akhir
Penyusunan tugas akhir ini merupakan studi yang pertama dan belum
pernah ada penelitian yang sebelumnya atapun tugas akhir yang terdahulu. Dalam
tugas ini membahas studi perbandingan proyek pembangunan metode precast npanel
system dan konvensional pada pembangunan Asrama Balai Sungai
Surakarta yang membedakan dengan penelitian-penelitian sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar