WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWAMELALUI PENDEKATAN BRAINSTORMINGDI SMP NEGERI 2 COLOMADU( Pokok Bahasan Sudut Siswa Kelas VII)


ABSTRAK
Sri Rahmini, A. 410 020 023, Jurusan Pendidikan Matematika,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2006, 76 halaman

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa.
Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas VIID SMP N 2 Colomadu yang
berjumlah 39 siswa, subyek pelaksanaan tindakan adalah Guru SMP N 2 Colomadu
dan subyek yang membantu pelaksanaan tindakan adalah peneliti dan kepala sekolah.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, review, dan
dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan presentasi dan model
alur. Hasil penelitian tindakan kelas ini adalah terjadinya peningkatan minat belajar
siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan brainstorming yang
meliputi empat tahapan pembelajaran yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap
pelatihan dan tahap penampilan hasil. Adapun peningkatan minat belajar siswa dalam
pembelajaran matematika yang ada yaitu : (a)perhatian terhadap pelajaran matematika
meningkat mencapai 89,74%, (b) kegiatan siswa dalam mengajukan pertanyaan dan
mengajukan ide-ide meningkat mencapai 84,62%, (c) kegiatan siswa dalam
mengerjakan soal/ tugas mandiri meningkat mencapai 87,18%, (d) kegiatan siswa
dalam maju mengerjakan soal-soal ke depan kelas meningkat mencapai 76,92%, dan
(e) gangguan kelas menurun hingga 23,07%.


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan sarana berfikir ilmiah untuk menuju perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini terus berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang
dipelajari di sekolah sampai saat ini, dilihat dari minat belajar yang dicapai masih
tergolong belum optimal. Padahal banyak upaya yang telah dilakukan guru dan
sekolah supaya minat belajar matematika siswa bisa meningkat lebih baik. Namun,
hal itu tidak cukup tanpa diimbangi dengan usaha dari siswa.
Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk mendorong,
membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan.
Guru mempunyai tanggungjawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi
didalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa.
Keberhasilan suatu pendidikan terkait dengan masalah untuk mencapai
keberhasilan dalam proses belajar mengajar disekolah. Proses belajar mengajar
akan lebih efektif dan efisien apabila siswa ikut aktif berpartisipasi didalamnya.
Partisipasi siswa dalam membantu keberhasilan proses belajar mengajar salah
satunya yaitu dengan siswa mau mengajukan pertanyaan dari materi yang
sekiranya belum jelas, belum bisa dikuasai. Dengan pertanyaan yang diajukan
siswa tersebut maka ia memiliki kesediaan belajar dan menggunakan daya
pikirnya untuk menemukan celah-celah dalam materi yang belum diketahui.
Sehingga memudahkan guru mengetahui sejauh mana keberhasilan mengajarnya
dengan pemahaman siswa yang belum jelas atau masih ragu-ragu terhadap
masalah yang disampaikan.
Peran guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Karena kualitas
kinerja guru sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Oleh karena
itu, usaha untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pelaksanakan proses
belajar mengajar perlu secara terus-menerus mendapat perhatian dari semua pihak.
Dengan adanya usaha peningkatkan minat belajar ini maka akan dihasilkan
sumber daya manusia yang berpotensi. Namun, saat ini ada beberapa hal yang
jelas terlihat di masyarakat, bahwa faktor-faktor penghambat meningkatnya minat
belajar siswa sangat berpengaruh sekali dampaknya terhadap potensi siswa saat
ini. Salah satu kegiatan pembelajaran yang menekankan berbagai kegiatan dan
tindakan adalah menggunakan metode tertentu dalam pembelajaran yang pada
hakekatnya merupakan cara teratur dan terpikir dengan baik untuk mencapai suatu
tujuan pengajaran dan untuk meningkatkan minat belajar serta mengembangkan
aktivitas belajar siswa terutama dalam meningkatkan minat belajar mereka.
Metode ini mempunyai peranan yang sangat penting karena menentukan berhasil
tidaknya proses belajar mengajar yang diinginkan.
Pendidikan dalam era modern semakin tergantung pada tingkat kualitas,
antisipasi dari para guru untuk menggunakan berbagai sumber yang tersedia,
mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa untuk mempersiapkan pembelajaran
yang dapat menumbuhkan cara berfikir siswanya menjadi lebih kritis dan kreatif.
Namun, di sisi lain kita menghadapi kenyataan yang sangat memprihatinkan
terhadap minat belajar siswa yang sangat kurang saat ini.
Pengajaran matematika menekankan konsep, dengan demikian anak
diharapkan akan lebih mudah mempelajarinya dan lebih menarik. Dari
pengamatan dan pengalaman, banyak terdapat anak-anak yang menyenangi
matematika hanya pada permulaan saja, mereka berkenalan dengan matematika
yang sederhana, semakin tinggi sekolahnya semakin sukar matematika yang
dipelajari dan makin kurang minat belajar matematika sehingga dianggap
matematika itu sebagai ilmu yang sukar dan rumit.
Mengatasi kesulitan-kesulitan minat belajar siswa tidak selalu gampang.
Namun, jika kebiasaan-kebiasaan yang bersifat positif telah ditanamkan sedini
mungkin, maka dengan sendirinya siswa akan lebih mudah untuk mengatasi
kesulitan-kesulitannya sendiri. Pada dasarnya kebiasaan melatih siswa untuk
mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang bersifat mudah dan ringan dapat
dilakukan melalui latihan kebiasaan sehari-hari yang berjalan secara terusmenerus.
Salah satu pendekatan pembelajaran untuk mengantisipasi kurangnya minat
belajar matematika siswa adalah dengan menggunakan pendekatan brainstorming.
Pendekatan brainstorming ini adalah suatu tehnik atau cara mengajar yang
dilaksanakan guru di dalam kelas. Dalam pelaksanaan metode ini tugas guru
adalah memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga
siswa mau menanggapi permasalahan yang diberikan oleh guru. Pendekatan
brainstorming ini lebih menekankan siswa untuk lebih berpikir aktif dalam
menyatakan pendapat dan melatih siswa berfikir dengan cepat dan tersusun logis.
Pembelajaran matematika melalui pendekatan brainstorming merupakan
salah satu pendekatan pembelajaran guna mengantisipasi kurangnya minat belajar
siswa terutama pada bidang studi matematika. Hal tersebut dikarenakan siswa
menganggap bidang studi matematika merupakan ilmu yang sukar dan rumit,
sehingga minat belajar matematika siswa makin berkurang.
Dari pengamatan serta wawancara dengan guru bidang studi matematika
dikelas VII SMP N 2 Colomadu menunjukkan bahwa nilai matematika khususnya
pokok bahasan sudut masih rendah. Padahal pokok bahasan sudut sangat penting
dikuasai siswa. Hal itu dikarenakan pokok bahasan sudut merupakan materi awal
yang nantinya akan sering dijumpai dalam jenjang yang lebih tinggi. Selain itu,
pokok bahasan sudut sangat penting digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan uraian diatas, perlu dilakukan pendekatan guna meningkatkan
minat belajar siswa pada pelajaran matematika khususnya pokok bahasan sudut
dengan menggunakan alternatif pendekatan pembelajaran yang hal ini digunakan
pendekatan brainstorming.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas, disini
penulis menjelaskan tentang masalah-masalah yang timbul antara lain sebagai
berikut:
1. Kemampuan dalam memahami suatu pelajaran pada setiap siswa
berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan tinggi sehingga dapat
dengan mudah menyerap apa yang disampaikan oleh guru.
2. Peningkatan minat belajar matematika siswa, sebelum dan sesudah
diberi pembelajaran dengan pendekatan brainstorming pada pokok
bahasan sudut.
C. Pembatasan Masalah
Dalam suatu penelitian agar dapat tercapai sasaran yang ditinjau dan sesuai
dengan tujuan penulis, maka perlu adanya pembatasan masalah. Adapun
pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah
pendekatan brainstorming pada pokok bahasan sudut.
2. Penelitian dilaksanakan dikelas satu pada semester dua di
SMP N 2 Colomadu.
D. Perumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah yang dikemukakan tersebut, maka
permasalahan yang terkait dengan penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk
pertanyataan sebagai berikut:
“Adakah peningkatan minat belajar matematika siswa melalui pendekatan
brainstorming di SMP N 2 Colomadu ?.”
E. Tujuan Penelitian
Dalam suatu penelitian tujuan merupakan salah satu kontrol yang dapat
dijadikan petunjuk sehingga penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan yang
diinginkan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran matematika.
2. Memotivasi siswa agar senang belajar matematika.
3. Guru semakin menyadari akan pentingnya keterlibatan siswa secara langsung
dalam memahami suatu materi pelajaran matematika.
F. Manfaat Penelitian
Penulis mengharapkan penelitian tindakan kelas (PTK) ini mampu
memberikan manfaat untuk:
1. Guru
a. Guru matematika akan semakin mengetahui pentingnya minat
siswa dalam pembelajaran matematika.
b. Guru matematika dapat menggunakan pendekatan brainstorming
yang dapat menumbuhkan ketertarikan siswa dalam belajar dan
pada gilirannya dapat meningkatkan minat belajar.
2. Siswa
a. Siswa dapat meningkatkan minat dalam belajar matematika.
b. Siswa akan termotivasi untuk belajar matematika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar