WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

PENGARUH PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP PRESTASIBELAJAR DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJARMATEMATIKA SISWA


ABSTRAK
Apriyanti Panca Putri, A410 020 140, Jurusan Pendidikan Matematika,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Muhammadiyah Surakarta, 2006, 66 Halaman

Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui pengaruh penggunaan
metode pembelajaran dengan pendekatan open ended terhadap prestasi belajar
matematika; 2) Mengetahui pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi
belajar matematika; 3) Mengetahui interaksi antara penggunaan pendekatan open
ended dan keaktifan belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar
matematika siswa pada pokok bahasan pecahan. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua siswa kelas VII SMP N 3 Magelang tahun a jaran 2005/2006.
Sebagai sampel diambil dua kelas yang kemudian dijadikan kelas eksperimen dan
kelas kontrol. Proses pengumpulan data menggunakan metode angket, metode tes
dan metode dokumentasi. Pengujian prasyarat analisis menggunakan uji
normalitas dan uji homogenitas. Teknis analisis data adalah teknis variansi dua
jalan.Hasil uji validitas angket menunjukkan bahwa dari 25 item pertanyaan,
diperoleh 23 item pertanyaan yang valid, yaitu nilai r hitung > dari r tabel (0,239).
Hasil uji realibititas menunjukkan nilai r sebesar 0,8746. angka r alpha > 0,6 maka
dinyatakan variabel penelitian adalah reliabel. Berdasarkan hasil penelitian ini
dengan  = 5% dapat disimpulkan bahwa: 1) Ada pengaruh pendekatan open
ended terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan nilai F = 12,586; 2) Ada
pengaruh keaktifan belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa
dengan nilai F = 47,762; 3) Ada interaksi antara pendekatan open ended dan
keaktifan belajar siswa terhadap prestasi bel ajar matematika siswa dengan nilai F
= 3,405. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan
pendekatan open ended dan keaktifan belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi
belajar matematika siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi bel ajar
matematika pada pokok bahasan pecahan.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini pembangunan bidang pendidikan merupakan bagian yang
sangat penting dan tidak dapat dipisahk an dari pembangunan nasional. Hal
tersebut disebabkan pembangunan bidang pendidikan merupakan salah satu
upaya dalam meningkatkan SDM, yang menjadi salah syarat utama
mewujudkan masyarakat adil dan makmur material dan spiritual berdasar
cita-cita bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan bidang
pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas SDM
Indonesia, yaitu manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa berbudi pekerti yang luhur, mandiri, maju, cerda s, kreatif,
terampil, bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Namun tidaklah berarti bahwa pendidikan harus berjalan secara
alami.Pendidikan tetap memerlukan inovasi -inovasi yang sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan nilai -nilai
manusia, baik sebagai mahkluk sosial maupun sebagai mahkluk religius.
Pemerintah sejak pelita pertama telah berusaha melalui berbagai upaya dalam
mengatasi segala masalah pendidikan. Upaya tersebut hampir mencakup
semua komponen pendidikan seperti pembaharuan kurikulum dan proses
belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, pengadaan buku pelajaran dan
sarana belajar lainnya, penyempurnaan system penilaian dan manajemen
pendidikan. Demikian pula halnya yang dilakukan untuk men gatasi masalah
kuantitas pendidikan seperti program kejar paket A, meningkatkan wajib
belajar, sekolah terbuka dan lain -lain. Ini berarti pemerintah menaruh
perhatian yang sunggguh-sungguh terhadap pendidikan nasional, sebab
menyadari bahwa pendidikan adal ah soko guru pembangunan.
Kualitas dan kuantitas pendidikan sampai saat ini masih tetap
merupakan suatu masalah yang paling menonjol dalam setiap usaha
pembaharuan sistem pendidikan nasional. Kedua masalah tersebut sulit
ditangani secara simultan, sebab da lam upaya meningkatkan kualitas masalah
kuantitas terabaikan,demikian pula sebaliknya. Salah satu aspek pendidikan
yang turut menentukan kualitas pendidikan adalah pendidikan matematika.
Sudah menjadi gejala umum bahwa mata pelajaran matematika kurang
disukai oleh kebanyakan siswa. Matematika merupakan mata pelajaran yang
sukar dipahami, sehingga kurang diminati oleh sebagian siswa.
Ketidaksenangan terhadap mata pelajaran matematika ini, dapat berpengaruh
terhadap keberhasilan belajar matematika siswa. Den gan demikian perbaikan
penyelenggaraan proses pembelajaran menjadi hal yang menarik untuk
ditelaah.
Dengan diberlakukan KBK disekolah baru -baru ini menuntut siswa
untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif dalam menghadapi setiap pelajaran
yang diajarkan. Setiap siswa harus dapat memanfaatkan ilmu dalam
lingkungan sosial masyarakat. Sikap aktif, kreatif dan inovatif terwujud
dengan menempatkan siswa sebagai subyek pendidikan. Peran guru adalah
sebagai fasilitator dan bukan sumber utama pembelajaran. Hal ter sebut bukan
berarti peran guru berkurang dalam proses belajar mengajar. Guru harus
mampu membimbing dan memberikan arahan bagi siswa dalam
pembelajaran.
Sekolah sebagai intitusi penting perlu menciptakan suasana
pembelajaran yang demokratis. Oleh karena it u proses belajar mengajar yang
demokratis perlu diterapkan untuk membentuk siswa yang aktif dan kreatif.
Dimana siswa dilibatkan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Guru sebagai
organisator harus mampu menumbuhkan keberanian siswa dalam
mengungkapkan gagasannya.
Untuk menumbuhkan sikap aktif dan kreatif pada siswa tidaklah
mudah. Fakta yang telah terjadi adalah guru dianggap sebagai sumber belajar
yang paling benar. Proses belajar mengajar yang terjadi memposisikan siswa
sebagai pendengar ceramah guru. Akib atnya proses belajar mengajar
cenderung membosankan danmenjadikan siswa malas belajar.
Suasana proses pembelajaran matematika sampai sekarang masih
terasa kaku dan membosankan. Pembelajaran matematika seolah -olah hanya
terbatas pada penerapan rumus dan kemampuan berhitung. Setiap kali
pertemuan siswa selalu diberi ceramah dan soal -soal hitung yang sulit.
Tidaklah mengherankan jika anak kurang mengetahui manfaat belajar
matematika untuk hal yang lebih luas. Guru kurang menyajikan masalah yang
berkaitan denagn kehidupan nyata dalam belajar matematika. Siswa dianggap
mampu dalam hal berhitung tetapi untuk menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari ternyata mengalami kesulitan.
Sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran dan sistem pembelajaran
yang monoton telah berdampak pada prestasi belajar matematika siswa.hasil
belajar mateatika siswa dirasa masih kurang. Perbandingan nilai antara siswa
berkemampuan pikir baik dengan siswa berkemampuan pikir kurang cukup
mencolok. Anak berkemampuan pikir kurang dapat menjad i hambatan bagi
peningkatan prestasi sekolah.
Banyak faktor penyebab dari munculnya permasalahan pembelajaran
matematika diatas. Faktor tersebut meliputi faktor internal dan faktor
ekternal. Faktor internal adalah faktor yang muncul dari dalam diri siswa i tu
sendiri, seperti tingkat intelegensi dan kepribadian. Sedangkan faktor
eksternal merupakan faktor yang muncul dari luar diri siswa, seperti faktor
lingkungan, metode mengajar dan sistem evaluasi. Metode mengajar memiliki
pengaruh besar terhadap tujuan pembelajaran.
Gambaran permasalahan diatas menunjukkan bahwa pembelajaran
matematika perlu diperbaiki guna meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar
siswa. Mengingat pentingnya matematika dan krusialnya permasalahan
dalam pembelajaran matematika idealnya usaha ini dimulai dari pembenahan
proses pembelajaran yang dilakukan guru, yaitu menawarkan suatu
pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi matematika
siswa pada umumnya. Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan open -ended.
Pendekatan open–ended merupakan salah satu pendekatan dimana
siswa diminta mengembangkan metode, cara atau pendekatan yang berbeda
dalam menjawab permasalahan yang diberikan dan bukan berorientasi pada
jawab (hasil) akhir. Siswa diharapkan dengan problem open -ended tujuan
utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan cara
bagaimana sampai pada suatu jawaban. Sifat “keterbukaan” dari problem itu
dikatakan hilang apabila guru hanya mengajukan satu alter native cara dalam
menjawab permasalahan.
Dengan latar belakang masalah tersebut diatas maka peneliti terdorong
untuk meneliti tentang pengaruh pendekatan open -ended terhadap prestasi
belajar matematika siswa ditinjau dari keaktifan belajar siswa.
B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini dapat dijelaskan pada uraian
berikut:
Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mengajar
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan factor internal.
Faktor eksternal berasal dari luar siswa antara lain : faktor guru, missal guru
kurang mampu menyampaikan materi sehingga siswa mengalami
miskonsepsi atau guru kurang mampu dalam menggunakan metode
pengajaran yang tepat, sarana prasarana yang tidak lengkap dan li ngkungan
social yang tidak mendukung. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang
berasal dari dalam diri individu yang menyangkut jasmani dan rohani,
contohnya adalah tingkat intelegensi, motivasi belajar, keaktifan belajar,
minat belajar, bakat kemampuan verbal, dan kemampuan non verbal.
Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan masalah
sebagai berikut:
1. Kurang tepatnya metode pembelajaran yang digunakan guru matematika
dalam menyampaikan pokok bahasan tertentu yang memungkinkan akan
mempengaruhi prestasi belajar.
2. Belum diketahui efektifitas pendekatan open -ended dalam pembelajaran
matematika.
3. Masih banyaknya siswa yang prestasinya rendah karena pelajaran
matematika masih dianggap momok bagi sebagian besar siswa.
4. Masih rendahnya keaktifan belajar siswa guna mencapai hasil belajar
yang maksimal.
C. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari terlalu luasnya masalah yang dibahas dan
kesalahpahaman maksud serta demi keefektifan dan keefisienan penelitian ini,
maka masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah :
1. Metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran dengan
pendekatan open-ended.
2. Keaktifan siswa yang dimaksud adalah keaktifan siswa terhadap pelajaran
yang berlangsung meliputi kegiatan diskusi, bertanya, mendengarkan,
mengerjakan soal dan mempelajari kembali catatan matematika.
3. Prestasi belajar dalam penelitian ini dibatasi dalam prestasi belajar
matematika pada sub pokok bahasan pecahan.
D. Rumusan Masalah
Sesuai dengan uraian diatas maka dapat dirumuskan sebagai berik ut :
1. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pembelajaran
dengan pendekatan open-ended terhadap prestasi belajar matematika?
2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan keaktifan belajar siswa
terhadap prestasi belajar matematika?
3. Apakah terdapat interaksi antara metode mengajar dan keaktifan belajar
siswa terhadap prestasi belajar matematika?
E. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan masalah yang menjadipusat penelitian ini, maka tujuan
yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk
1. Mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi ditinjau dari perbedaan
model pembelajaran.
2. Mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi ditinjau dari keaktifan
belajar
3. Mengetahui perbedaan yang signifikan interaksi antara model
pembelajaran dan keaktifan terhadap pr estasi.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang di harapkan dari penelitian ini adalah
1. Bagi penulis untuk mengetahui seberapa penting minat siswa belajar
matematika yang ditingkatkan melalui pendekatan open -ended
2. Diperoleh informasi tentang kesesuaian hasil belajar matematika yang
ditingkatkan guru kepada siswa SMP melalui pembelajaran dengan
pendekatan open-ended
3. Bagi sekolah diperoleh informasi dan masukan yang terkait dengan
pengembangan belajar matematika pada siswa melalui pembelajaran
dengan pendekatan open-ended
4. Memberikan info pada guru atau calon guru tentang penggunaan
pendekatan open-ended dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
5. Sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi penulis dalam tahap
proses pembinaan diri sebagai calon pendidik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar