WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAPPRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAUDARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

ABSTRAK
Watik Kusdiyarti, A 410 000 208,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Ada pengaruh yang
signifikan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika. (2)
Terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan awal siswa trehadap prestasi
belajar matematika. (3) Ada tidaknya interaksi antara metode pembelajaran dan
kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika. Populasinya adalah
siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tengaran tahun ajaran 2006/ 2007 berjumlah 320
siswa. Dengan sampel 80 siswa terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol
masing-masing sebanyak 40 siswa, yang diambil secara random sampling dengan
cara undian. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, dokumentasi,
dan observasi.

Teknik analisis data adalah teknik analisis variansi dua jalan
dengan sel tak sama. Sebelum data dianalisis dilakukan persyaratan uji analisis
yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Sebagai tindak lanjut dari analisis
variansi dilakukan uji komparasi ganda. Berdasarkan hasil penelitian, untuk α =
5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan metode
pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika, ditunjukkan oleh FA = 11,804
> Ftabel = 4,000. (2) Ada perbedaan yang signifikan kemampuan awal siswa
terhadap prestasi belajar matematika yang ditunjukkan oleh FB = 7,361 > Ftabel =
3,150. (3) Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan awal
siswa terhadap prestasi belajar matematika secara bersamaan, ditunjukkan oleh
nilai FAB = 0,343 < Ftabel = 3,150.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Memasuki era globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK) yang sedemikian pesatnya menyebabkan arus komunikasi dan
informasi menjadi sangat cepat dan tanpa memandang batas-batas negara dan
wilayah. Akibatnya pengetahuan seseorang akan cepat usang, tidak relevan
lagi. Juga dengan diberlakukannya pasar bebas akan mengakibatkan
kemampuan bersaing penguasaan pengetahuan dan teknologi menjadi
sangatlah penting untuk kemajuan suatu bangsa.
Hal ini dapat berdampak pada tersingkirnya tenaga kerja yang kurang
berpendidikan dan kurang terampil. Untuk mengantisipasi hal ini perlu
dikembangkan cara-cara belajar yang baru agar seseorang dapat selalu
bertahan dalam situasi yang selalu berubah, tidak pasti dan lebih kompetitif
dalam kehidupan. Sehingga pemilihan materi kurikulum tidak hanya berbasis
konten, tetapi lebih kepada peningkatan kecakapan hidup siswa yang memiliki
kompetensi – kompetensi yang dapat memutakhirkan pengetahuanpengetahuan
tersebut dan memanfaatkannya dalam kehidupan.
Pendidikan adalah suatu proses yaitu usaha manusia dengan penuh
tanggungjawab untuk membimbing anak-anak didik menuju kedewasaan.
Proses pendidikan yang diselenggarakan secara formal di sekolah dimulai dari
pendidikan formal yang paling dasar yaitu Sekolah Dasar (SD) sampai
Perguruan Tinggi (PT) tidak lepas dari kegiatan belajar yang merupakan salah
satu kegiatan pokok dengan guru sebagai pemegang peran utama. Hal ini
sependapat dengan Slameto (1995:1) yang menyatakan bahwa dalam
keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan
kegiatan yang paling pokok. Kegiatan belajar di sekolah diarahkan agar siswa
mampu menerima dan memahami pengetahuan yang diberikan oleh guru
dalam proses belajar mengajar.
Matematika sebagai ilmu dasar, memegang peranan penting dalam
perkembangan IPTEK dewasa ini. Oleh karena itu, jika suatu bangsa ingin
menguasai IPTEK dengan baik maka perlu mempersiapkan sumber daya
manusia yang memiliki pengetahuan matematika yang cukup. Menyadari
pentingnya matematika, maka peningkatan prestasi belajar matematika di
setiap jenjang pendidikan perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.
Berangkat dari kekurang berhasilan pembelajaran matematika, sebagai
suatu pengetahuan yang terstruktur mencerminkan kekurang mampuan siswa
akan pemahaman matematika pada umumnya. Sering kali nampak, siswa
mampu dan terampil menggunakan suatu algoritma/ rumus namun terkadang
kesulitan menyelesaikan suatu permasalahan matematika yang nyata berkaitan
denagan algoritma/ rumus matematika tersebut. Tampak bahwa transfer
belajar yang terjadi pada siswa tidak hanya terletak pada penguasaan materi
tetapi lebih mampu melakukan elaborasi pengetahuan, menggunakan
informasi sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah
matematika atau permasalahan sehari-hari.
Dari tahun ke tahun, pembelajaran matematika di sekolah banyak
mengalami perubahan, di antaranya perubahan metode konvensional yang
menitikberatkan dari situasi guru mengajar menjadi situasi murid belajar. Agar
pembelajaran dengan situasi murid belajar ini dapat tercapai, hendaknya guru
dapat menggunakan strategi belajar mengajar yang lebih banyak melibatkan
siswa. Sebagaimana diungkapkan oleh Soedjadi dalam Arwan Rifai (2004),
betapapun tepat dan baiknya bahan ajar matematika yang ditetapkan belum
menjamin akan tercapainya tujuan pendidikan, dan salah satu faktor penting
untuk mencapai tujuan tersebut adalah proses mengajar yang lebih
menekankan pada keterlibatan siswa secara optimal.
Salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk menigkatkan prestasi
belajar siswa adalah melalui kreativitas yang dimiliki guru dalam memilih
metode mengajar. Melalui kreativitas yang dimiliki oleh para guru, dan
dengan keinginan untuk selalu mencari metode yang tepat agar selalu menarik
minat dan motivasi siswa belajar, maka tujuan yang diharapkan akan tercapai.
Alternatif metode pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam
belajar di antaranya adalah dengan menempatkan siswa belajar secara
kelompok-kelompok. Slavin dalam penelitian Abu Syafik (2006) menyatakan
bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep
yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-maslah itu
dengan temannya.
Menurut Slavin dalam penelitian Henny (2005), struktur tujuan
kooperatif adalah menciptakan suatu situasi sedemikian sehingga keberhasilan
salah satu anggota kelas diakibatkan keberhasilan kelas itu sendiri. Oleh
karena itu, untuk mencapai tujuan dari salah seorang anggota, maka salah
seorang anggota tersebut harus membantu teman kelasnya dengan melakukan
apa saja yang dapat membantu kelas itu sendiri.
Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar mengajar yang
menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu
di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang
terdiri atas dua orang atau lebih (Hilda, dkk, 2002:70). Terdapat beberapa tipe
pembelajaran kooperatif, salah satu di antaranya pembelajaran kooperatif tipe
Teams- Games- Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif TGT adalah
jenis pembelajaran kooperatif dimana siswa setelah belajar kelompok
diadakan turnamen akademik. Dalam turnamen tersebut siswa akan
berkompetisi sebagai wakil-wakil dari kelompok mereka dengan anggota dari
kelompok lain yang berkamampuan sama, TGT berfungsi sebagai materi
pelajaran sebelum siswa mengikuti kuis-kuis secara individual.
Bahan kajian inti matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
mencakup aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, peluang, dan statistik.
Selain metode dalam mengajar, keberhasilan belajar siswa tidak
terlepas dari kemampuan individu yang dimiliki oleh siswa yang merupakan
faktor internal. Dalam hal ini adalah kemampuan awal yang dimiliki oleh
seorang siswa. Kemampuan awal siswa satu dengan yang lain tidaklah sama.
Ada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, ada sebagian siswa yang
memiliki kemampuan awal sedang- sedang saja, dan tidak sedikit siswa yang
memiliki kemampuan awal rendah khususnya pada mata pelajaran
matematika. Siswa dengan kemampuan awal tinggi, maka prestasi yang akan
dicapai cenderung tinggi, sehingga kemampuan awal siswa sangatlah
berpengaruh dalam proses belajar mengajar.
Mengingat pentingnya kemampuan awal siswa dalam proses belajar
mengajar, guru diharapkan dapat menciptakan situasi belajar mengajar
sehingga kemampuan awal siswa dapat terus meningkat. Siswa itu sendiri
hendaknya dapat memotivasi dirinya sendiri untuk aktif dalam belajar
mengajar. Dengan strategi yang tepat dalam proses belajar mengajar,
kemungkinan besar prestasi belajar khususnya matematika yang dicapai oleh
siswa akan lebih memuaskan.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas dapat
diidentifikasikan masalah- masalah sebagai berikut:
1. Masih rendahnya rata-rata prestasi belajar siswa untuk mata pelajaran
matematika pada umumnya pada siswa SMP.
2. Kurang tepatnya metode pembelajaran yang digunakan oleh guru
matematika dalam menyampaikan pokok bahasan tertentu, kemungkinan
akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
3. Masih belum meratanya kemampuan guru matematika dalam memilih
strategi pembelajaran, memvariasi metode pembelajaran dan pendekatan
pembelajaran yang tepat.
4. Adanya perbedaan kemampuan awal siswa yang dapat menyebabkan
perbedaan prestasi belajar siswa.
5. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT yang ditinjau dari
kemampuan awal siswa pada pokok bahasan aljabar, kemungkinan dapat
mempengaruhi prestasi belajar siswa.
C. Pembatasan Masalah
Dari identifikasi masalah di atas agar penelitian yang dikaji dapat lebih
terarah dan mendalam maka diperlukan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran yang digunakan dibatasi pada metode pembelajaran
kooperatif tipe TGT pada kelas eksperimen dan metode pembelajaran
konvensional pada kelas kontrol.
2. Prestasi belajar matematika pada penelitian ini dibatasi pada hasil belajar
siswa yang dicapai melalui proses belajar mengajar pada pokok bahasan
aljabar.
3. Kemampuan awal siswa dibatasi pada kemampuan awal siswa dalam
bidang matematika.
D. Perumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan
masalah tersebut di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar
matematika?
2. Apakah terdapat pengaruh kemampuan awal siswa terhadap prestasi
belajar matematika?
3. Apakah terdapat intreraksi antara metode pembelajaran dan tingkat
kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok
bahasan aljabar?
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang diuraikan di atas, maka
penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui ada pengaruh yang signifikan metode pembelajaran
terhadap prestasi belajar matematika .
2. Untuk mengetahui ada pengaruh yang signifikan kemampuan awal siswa
prestasi belajar matematika.
3. Untuk mengetahui ada tidaknya interaksi metode pembelajaran dan
kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Bahan pemikiran bagi pengelola pendidikan, bahwa perlu adanya inovasi
dalam pembelajaran untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas. Salah satu diantaranya adalah agar lebih mengembangkan
metode pembelajaran kooperatif yang merupakan bagian dari
pembelajaran yang berdasarkan paradigma belajar, sehingga diharapkan
siswa menjadi lebih kreatif dan aktif mengelola informasi, sehingga
pembelajaran lebih bermakna bagi siswa.
2. Masukan atau informasi bagi guru matematika khususnya tingkat SMP
dalam menentukan metode pembelajaran matematika yang berorientasi
pada proses sehingga dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa pada
pokok bahasan aljabar.
3. Bahan acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan ruang
lingkup yang lebih luas untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
4. Bagi penulis, sebagai sarana belajar dalam proses membuat karya ilmiah.
G. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam skripsi ini bertujuan memberikan
gambaran secara global agar mempermudah pembaca memahaminya.
Adapun sistematika yang dikemukakkan sebagai berikut:
1. Bagian Awal
Pada bagian ini memuat tentang Halaman Judul, Halaman Persetujuan,
Halaman Motto, Halaman Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar
Lampiran.
2. Bagian Inti
Bagian ini dibagi menjadi beberapa bab, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini peneliti mengemukakan tentang Latar Belakang
Masalah, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Perumusan
Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisi tentang Tinjauan Pustaka, Kajian Teori,
Kerangka Pemikiran, dan Hipotesis.
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini berisi tentang Tempat dan Waktu Penelitian,
Metode Penelitian, Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan
Sampel, Teknik Pengumpulan Data
BAB IV: HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian dalam bab ini berisi tentang Deskripsi Data Hasil
Penelitian, Hasil Analisis Data, dan Pembahasan Hasil Analisis
Data.
BAB V: PENUTUP
Dalam bab ini akan dikemukakan Kesismpulan, Implikasi, dan Saran.
3. Bagian Akhir
Bagian ini memuat Daftar Pustaka dan Lampiran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar