WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

MENINGKATAN KEMAMPUANAN VERBAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MELALUI PROBLEM POSING....


ABSTRAK
Atik Budi Ningsih, A. 410 030 077,

Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui langkah-langkah
pembelajaran melalui problem posing , 2) Meningkatkan kemampuan verbal siswa
dalam menyelesaikan soal matematika melalui problem posing. Penelitian ini
merupakan penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif antara peneliti, guru
matematika sebagai pelaku tindakan kelas, dan kepala sekolah sebagai subjek
yang membantu dalam perencanaan dan pengumpulan data. Subjek penelitian
yang dikenai tindakan adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Wonosari yang
berjumlah 38 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi, catatan
lapangan, tes setiap akhir siklus, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif
kualitatif dengan metode alur yaitu data dianalisis sejak tindakan pembelajaran
dilaksanakan dan dikembangkan selama proses pembelajaran, alur yang dilalui
meliputi reduksi data , penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) kemampuan verbal siswa dalam
memahami soal meningkat dari 5,5 % menjadi 89,2 % pada akhir siklus, (2)
kemampuan verbal siswa dalam mengajukan soal meningkat dari 0 % menjadi
72,9%, (3) kemampuan verbal siswa dalam mengerjakan soal meningkat dari 13,8
% menjadi 85,7% dan (4) hasil belajar siswa meningkat dari 13,8 % menjadi 54,9
% pada akhir tindakan. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan verbal siswa
dalam menyelesaikan soal-soal matematika dapat ditingkatkan melalui penerapan
pendekatan problem posing.


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dewasa ini
memberi pengaruh yang besar terhadap kemajuan diberbagai kehidupan
manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Berkat perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka manusia senantiasa berubah dan
berkembang daya pikirnya. Seiring dengan perkembangan jaman perlu
adanya peningkatan dalam segala bidang khususnya dalam bidang
pendidikan.
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar dewasa ini telah berkembang
pesat, baik materi maupun kegunaannya. Dengan demikian maka setiap
upaya penyusunan kembali atau penyempurnaan kurikulum matematika,
sekolah perlu selalu mempertimbangkan perkembangan
-perkembangan
tersebut dan pengalaman masa lalu serta kemungkinan masa depan.
Banyak masyarakat berasumsi bahwa untuk belajar matematika dengan baik,harus
banyak berlatih dan membiasakan memecahkan atau menyelesaikan soal matematika. Dilain pihak, banyak siswa yang malas belajar dan berlatih memecahkan atau menyelesaikan soal soal matematika
jika tidak mendapat tugas dari gurunya. Selain itu juga banyak siswa yang
tidak memiliki kesiapan ketika akan mengikuti pelajaran matematika. Mereka
tidak mengerti materi apa yang akan mereka pelajari dan gambaran tentang
materi tersebut. Sebagian besar siswa tidak mau membaca terlebih dahulu
materi yang akan diajarkan oleh guru, jika tidak mendapat tugas dari guru mereka.
Guru adalah salah satu tenaga kependidikan yang bersifat profesional.
Seorang guru bertugas membelajarkan anak didik agar dapat mencapai tujuan
pembelajaran, dan harus bisa berada dalam kondisi yang memungkinkan
siswa dapat belajar.
Menurut pengertian secara psikologis belajar merupakan suatu proses
perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi de ngan
lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan
tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto,2003:2).
Manusia dalam hidupnya, setiap saat selama dalam kSseadaan sadar
menggunakan bahasa dalam berpikir, menyimak, berbicara, membaca dan
menulis. Namun, kemampua n menggunakan bahasa tidaklah merupakan kemampuan yang
sifatnya alamiah seperti bernafas dan berjalan.
Kemampuan berbahasa tidak dibawa sejak lahir dan dikuasai dengan
sendirinya, melainkan harus dipelajari. Seseorang yang sejak bayi terlepas
dari lingkungan manusia tidak mampu berbahasa.
Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan
manusia. Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan bahasa. Dalam
dunia pendidikan termasuk matematika, selain kemampuan berhitung
kemampuan berbahasa juga sangat diperlukan. Kemampuan berbahasa sangat
menentukan keberhasilan dan prestasi belajar siswa disekolah. Apabila
kemampuan berbahasa tidak dikuasai siswa, maka mereka akan mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika terutama kesulitan dalam
pemahaman bahasa matematika.
Kenyataan sekarang ini, masih dijumpai permasalahan matematika yang
tidak dapat diselesaikan dengan baik karena terbentur pada rendahnya
kemampuan berbahasa siswa dalam memahami persoalan yang diajukan.
Siswa sering tidak dapat membedakan apa yang diketahui dan apa yang
ditanyakan dalam suatu soal matematika.
Suatu ciri khas dalam pendidikan modern saat ini, hendaknya siswa
dapat ikut berpartisipasi aktif sedemikian hingga melibatkan intelektual dan
emosional siswa dalam proses belajarnya. Dengan demikian dapat
diterjemahkan bahwa dalam setiap pengajaran matematika harus diarahkan
untuk pengembangan daya aktivitas siswa baik mental maupun fisik.
Pembelajaran problem posing adalah pengajaran yang dilakukan
melalui cara pengajuan soal oleh siswa dan cara penyajiannya juga oleh siswa
sendiri. Dalam hal ini, problem posing merupakan salah satu pengajaran yang
menuntut adanya keaktifan siswa baik mental maupun fisik. Dengan
digunakannya metode problem posing dalam pembelajaran matematika
diharapkan kemampuan verbal siswa dalam menyelesaikan soal-soal
matematika akan meningkat.
Atas dasar tersebut diatas maka peneliti akan melakukan penelitian
tentang “Meningkatkan Kemampuan Verbal Siswa Dalam Menyelesaikan
Soal Matematika Melalui Problem Posing”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka
dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Banyak siswa yang malas belajar dan berlatih memecahkan atau
menyelesaikan soal matematika jika tidak mendapat tugas dari gurunya.
2. Rendahnya kemampuan verbal siswa dalam memahami persoalan
matematika.
3. Pentingnya faktor strategi yang digunakan dalam pembelajaran untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
C. Pembatasan Masalah
Guna menghindari kesalahpahaman serta demi keefektifan dan
keefisienan dalam penelitian ini, maka tidak semua masalah dalam
pembelajaran akan diteliti. Pada penelitian ini permasalahan akan dibatasi pada:
1. Pembelajaran pada pokok bahasan sistem persamaa n linear dua variabel
siswa kelas VIII C SMP N 1 Wonosari
2. Pembelajaran dengan pendekatan problem posing mungkin dapat
meningkatkan kemampuan verbal siswa dalam menyelesaikan soal matematika
3. Aspek pemahaman dapat dilihat dari kemampuan mengerjakan tugas
secara tepat, dan aspek pemecahan masalah diamati dari kemampuan
membuat soal, mengubah permasalahan dalam bahasa matematika,
menganalisis masalah serta menemukan cara penyelesaiannya.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka masalah
yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran matematika yang dilakukan
guru melalui pendekatan problem posing ?
2. Apakah melalui pendekatan problem posing dapat meningkatkan
kemampuan verbal siswa kelas VI II C SMP N 1 Wonosari dalam
menyelesaikan soal matematika ?
E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan :
1. Untuk mengetahui langkah-langkah pembelajaran matematika yang
dilakukan guru melalui pendekatan problem posing
2. Untuk meningkatkan kemampuan verbal siswa dalam menyelesaikan soal
matematika melalui pendekatan problem posing
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan
pengetahuan pada tingkat teoritis kepada pembaca dan guru dalam
menigkatkan kemampuan verbal siswa dalam menyelesaikan soal
matematika pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel
(SPLDV) melalui pendekatan problem posing. Penelitian ini juga dapat
memberikan dorongan kepada guru dalam memperluas pengetahuan dan
wawasan mengenai model pembelajaran alternatif.
2. Manfaat praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata berupa
langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan verbal siswa dalam
menyelesaikan soal matematika pokok bahasan sistem persamaan linear
dua variabel (SPLDV) melalui pendekatan problem posing. Hasil
penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi siswa, guru,dan sekolah.
a. Bagi siswa, penelitian ini dapat menggali potensi siswa sehingga
dapat ditumbuhkembangkan
b. Bagi guru, penelitian ini merupakan masukan dalam memperluas
pengetahuan dan wawasan tentang model pembelajaran terutama
dalam rangka meningkatkan kemampuan verbal siswa dalam
menyelesaikan soal matematika
c. Bagi sekolah, penelitian ini memberikan sumbangan dalam rangka
perbaikan pembelajaran matematika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar