WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Rabu, 06 April 2011

KARAKTERISTIK KEPADATAN DAN CBR MATERIAL RAP (RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT) DENGAN PROSES PENCAMPURAN HANGAT ( WARMMIX )

Purnomo , Wahyu (2010)
Abstract

Perkembangan ekonomi dan lingkungan telah mendorong daur ulang dari baja, aluminium, plastik, dan material lain. Salah satu dari bahan material yang dapat di daur ulang adalah bongkaran aspal atau RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). Bongkaran aspal ini akan menjadi limbah yang tidak berguna sehingga menimbulkan permasalahan yang baru bagi lingkungan sekitar. Teknologi daur ulang bahan perkerasan jalan sangat cocok dilaksanakan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan dan sudah tidak efektif lagi untuk diperbaiki atau dilakukan lapis ulang di ata snya. Cara ini sering disebut dengan metode daur ulang atau recycling dan material bekas perkerasan yang didaur ulang dikenal sebagai (Reclaimed Asphalt Pavement) atau disingkat RAP dengan pencampuran hangat (warmmix). RAP di olah secara hangat untuk menge tahui apakah aspal akan mengalami perubahan fisik jika dihangatkan di bawah suhu 100°C. Berdasarkan hal tersebut peneliti mencoba meneliti RAP untuk bahan perkerasan jalan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai sifat fisis dan mekanis RAP yaitu tentang properties RAP maupun daya dukung RAP dengan uji CBR.

Metode penelitian ini melalui serangkaian pengujian, yaitu keausan agregat (Abrasi), analisa saringan (Gradasi), kadar aspal dengan Ekstraksi, kepadatan (Modified Proctor), California bearing ratio (CBR) dengan mengacu pada standar ASTM dan prosedur pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah dan Bahan Perkerasan Jalan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil penelitian RAP yang diteliti berdiameter 4,75mm sebesar 60% dari hasil uji Gradasi. Nilai Abrasi 59,6%, Eks traksi rata-rata 4,66%. Hasil uji pemadatan RAP + agregat baru dengan Modified Compaction Test didapat berat isi kering (?d max) 2,448 gr/cm3 dan kadar air optimum (wopt) 4,9%. Sedangkan Hasil uji pemadatan RAP murni dengan Modified Compaction Test didapat berat isi kering (?d max) 2,255 gr/cm3 dan kadar air optimum (wopt) 5 %. Nilai CBR rata-rata yang diolah secara hangat untuk unsoaked sebesar 36 % pada suhu 50° C, suhu 70° C sebesar 32 %, dan suhu 90° C sebesar 27 %. Dalam penelitian ini uji CBR dengan suhu 70° C dan 90° C dibuat grafik hubungan suhu dengan CBR untuk mengetahui nilai yang paling ekstrim dari beberapa sampel yang telah diuji . Selanjutnya dari nilai yang paling ekstrim dilakukan uji berkelanjutan untuk mengetahui kekuatan luluh atau titik luluh yang merupakan suatu gambaran kemampuan bahan menahan deformasi permanen bila digunakan dalam struktural perkerasan jalan yang melibatkan pembebanan mekanik seperti tarik, tekan, bending atau puntiran , dari penelitian dihasilkan nilai deformasi atau penurunan 2,1 inchi.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ekonomi dan lingkungan telah mendorong daur ulang dari
baja, aluminium, plastik, dan material lain. Salah satu dari bahan material yang
dapat di daur ulang adalah bongkaran aspal. Bongkaran aspal ini akan menjadi
limbah yang tidak berguna sehingga menimbulkan permasalahan yang baru bagi
lingkungan sekitar. Belakangan, muncul teknologi baru untuk mendaur ulang
material bekas tersebut dan ditambah dengan kombinasi bahan peremaja atau
bahan semen, aspal emulsi, foamed bitumen untuk kemudian dijadikan material
perkerasan yang baru sebagai bahan perkerasan jalan. Teknologi daur ulang ini
menawarkan berbagai keuntungan lingkungan, diantaranya adalah mengurangi
penggunaan bahan alam natural ( agregat dan aspal ), mengatasi problem limbah,
menghemat penggunaan energi dan BBM serta mengurangi emisi gas karbon.
Teknologi daur ulang bahan perkerasan jalan sangat cocok dilaksanakan
pada ruas jalan yang mengalami kerusakan dan sudah tidak efektif lagi untuk
diperbaiki atau dilakukan lapis ulang di atasnya. Cara ini sering disebut dengan
metode daur ulang atau recycling dan material bekas perkerasan yang didaur
ulang dikenal sebagai (Reclaimed Asphalt Pavement) atau disingkat RAP.
Di Indonesia, teknologi recycling sudah mulai dipergunakan walaupun
belum populer. Pada saat ini (tahun 2009), paling tidak ada dua buah proyek
pekerjaan recycling sedang dilaksanakan yaitu di ruas jalan jalur Jatibarang-
Kalimanan-Cirebon menggunakan bahan tambah foamed bitumen dan di ruas
jalan Boyolali (Solo – Semarang) menggunakan bahan tambah semen.
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pemaha man tentang material
RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) untuk bahan perkerasan jalan. Material RAP
ini akan digunakan untuk lapis pondasi atas. Pada penelitian ini dilakukan
pengujian kepadatan (density) dan CBR (California Bearing Ratio) material RAP
dengan pencampuran hangat (warmmix).
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dirumusankan beberapa masalah dalam
penelitian ini, antara lain sebagai berikut :
1. Karakteristik dasar material RAP sebagai bahan daur ulang perlu diketahui
dalam rangka memahami jenis dan klasifikasinya. Karakteristik yang perlu
diketahui adalah karakteristik fisik geometrik, gradasi, komposisi agregat
dan aspal dalam RAP, kepadatan dan CBR.
2. Penggunaan RAP yang dipanaskan pada beberapa variasi suhu di bawah
100oC pada saat proses pencampuran (warm-mix).
3. Ujian pendahuluan menunjukkan bahwa RAP tidak masuk spesifikasi dari
lapis pondasi atas maka memerlukan bahan tambah agregat baru.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik material
RAP yang di olah secara hangat (warmix). Adapun tujuan detail penelitian adalah
sebagai berikut:
1. Investigasi karakteristik dasar material RAP sebagai bahan daur ulang
perkerasan jalan.
2. Untuk menentukan nilai daya dukung RAP jika dipadatkan di laboratorium.
3. Hasil yang di capai digunakan untuk menentukan penggunaan dalam lapis
perkerasan.
Sedangkan manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Menambah pengetahuan mengenai uji laboratorium dengan karakteristik
kepadatan dan CBR material RAP dengan proses pencampuran hangat.
2. Untuk mengetahui nilai kepadatan dan daya dukung RAP yang dipanaskan di
bawah suhu 100oC, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam pemilihan
jenis perkerasan.
D. Batasan Masalah
Batasan masalah yang diambil penulis pada penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Agregat yang digunakan diperoleh dari daerah Masaran Sragen.
2. Menentukan nilai daya dukung RAP jika dipadatkan di laboratorium.
3. Investigasi sifat fisik material RAP.
4. Pengujian kepadatan dengan Modified standard proctor (ASTM D 698)
5. Pengujian daya dukung dengan CBR (ASTM D 698), bila hasil pemadatan
baik ada kemungkinan dilakukan uji Marshall.
E. Keaslian Penelitian
Pada penelitian terdahulu oleh Nanang Tri Pamungkas (2009) dengan
judul ” Kajian Uji Kuat Tekan Pada Asphalt Concrete Campuran Panas Dengan
RAP ”. Kesimpulan dari percobaan ini adalah bertambahnya campuran RAP
dengan kadar 0% mempunyai hasil kuat tekan 4008.62 Kpa, sedangkan
menggunakan campuran variasi kadar RAP 15%, 30%, 45% me mpunyai nilai
kuat tekan berturut -turut 3139.82 Kpa, 3586.45 Kpa, 3538.01 Kpa. Dengan
penambahan RAP menghasilkan kuat tekan lebih rendah 1.72% dibandingkan
dengan aspal tanpa menggunakan campuran RAP.
Sedangkan menurut Hengki Wahyu Mustika N.A. (2009) dengan judul
”Observasi Karakteristik Marshall Pada Asphalt Concrete Campuran Panas
Dengan RAP”. Kesimpulan percobaan ini nilai marshall quotient untuk aspal
concrete dengan campuran RAP 15%, 30%, 45% pada kadar aspal 5% adalah
349.251 kg/mm, 519.073 kg/mm, 614.333 kg/mm, spesifikasi bahan material
minimal 100 kg/mm dan maksimal 500 kg/mm, maka kadar RAP 30%, 45% tidak
memenuhi persyaratan bahan material, maka Asphalt Concrete dengan campuran
RAP seperti yang telah disebutkan tidak dapat digunakan sebagai lapis aus
(wearing course) namun masih dapat digunakan sebagai lapis pondasi atas (base
course). Hubungan keaslian penelitian ini adalah material yang digunakan sama
yaitu RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) tetapi dalam penelitian ini material
RAP akan dimanfaatkan sebagai lapis pondasi perkerasan jalan dengan bahan
tambah agregat kasar baru yang di olah secara hangat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar