WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Jumat, 08 April 2011

PENGARUH KREATIVITAS DAN INTENSITAS BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Siswa Kelas I SMP .....


ABSTRAK
Nuryanti, NIM: A.410 020 157,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh kreativitas
terhadap kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran matematika, (2)
pengaruh intensitas belajar matematika terhadap kemampuan kognitif siswa dalam
mata pelajaran matematika, (3) pengaruh kreativitas dan intensitas belajar
matematika terhadap kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran
matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SMP
Negeri I Ampel Kabupaten Boyolali tahun Ajaran 2006/2007 yang terdiri dari 6
kelas dengan jumlah 240 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 siswa
dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang digunakan adalah regresi linier yang sebelumnya dilakukan uji
normalitas dan linieritas. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan taraf signifikansi
5% dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh kreativitas terhadap
kemampuan kognitif siswa dengan nilai rhitung = 0,343 > rtabel = 0,221, (2) terdapat,
pengaruh intensitas belajar matematika terhadap kemampuan kognitif siswa
dengan nilai rhitung = 0,339 > rtabel = 0,221 (3) terdapat pengaruh kreativitas dan
intensitas belajar matematika terhadap kemampuan kognitif siswa dengan nilai
Fhitung= 25,217. Kontribusi efektif kreativitas belajar terhadap kemampuan
kognitif siswa sebesar 40,50% dan intensitas belajar siswa sebesar 36,31%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas dan intensitas belajar matematika
berpengaruh positif terhadap kemampuan kognitif siswa.


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut
sumber daya yang berkualitas. Peningkatan sumber daya manusia juga
merupakan syarat untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana
untuk meningkatkan sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan yang
berkualitas. Sebagai penentu keberhasilan pembangunan, maka kualitas
sumber daya manusia harus ditingkatkan melalui berbagai program
pendidikan yang dilaksanakan secara sistematis dan terarah berdasarkan
kepentingan yang mengacu pada kemajuan IPTEK.
Salah satu sarana belajar adalah melalui pendidikan formal di sekolah.
Dengan adanya sarana belajar di sekolah, individu diharapkan dapat mencapai
tingkat perkembangan yang optimal. Didalam belajar harus mencerminkan
suatu perubahan dalam pengetahuannya, daya pikir serta tingkah laku suatu
individu (siswa).
Pelajaran matematika seringkali dianggap sebagai suatu hal yang
menakutkan dan kurang menarik. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam
mempelajari matematika, terutama pada saat memecahkan soal-soal yang
berhubungan dengan matematika. Namun hal ini dapat dimaklumi karena
matematika merupakan ilmu yang membutuhkan daya pikir (penalaran) tinggi,
dan berkesinambungan, misalnya, dalam mempelajari suatu konsep itu. Hal ini
menunjukkan pengetahuannya dalam situasi yang baru sangat berperan dalam
mempelajari matematika.
Salah satu sumber penyebab kesulitan belajar yang lain adalah bersifat
kognitif seperti kesulitan dalam aspek bahasa atau menangkap konsep,
kesulitan dalam aspek terapan atau menghitung, dan kesulitan dalam aspek
prasyarat. Adapun kesulitan belajar tersebut sulit diindentifikasi dan bersifat
abstrak, sehingga akan berdampak pada kesalahan belajar yang pada akhirnya
akan mempengaruhi keberhasilan pengajaran.
Kemampuan kognitif siswa merupakan kesanggupan siswa untuk
dapat mengerjakan soal-soal matematika yang bertujuan pada keenam aspek
kognitif. Bloom membagi keenam aspek kognitif tersebut yaitu pengetahuan,
pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi (Nana Sudjana,
2000:43).
Kreativitas sebagai salah satu faktor intern yang berpengaruh pada
pencapaian hasil belajar yang optimal. Hasrat dan motivasi yang kuat akan
mendorong siswa untuk berkreasi baik dalam belajar maupun dalam
memecahkan suatu soal matematika.
Setiap siswa mempunyai kreativitas yang berbeda-beda. Kreativitas
merupakan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru yang
belum ada sebelumnya. Siswa dengan daya kreativitas yang tinggi akan
mampu belajar dengan baik karena ia selalu mempunyai ide-ide kreatif yang
dapat meningkatkan motivasinya untuk belajar. Ia juga akan selalu berusaha
menemukan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Guru di sekolah mempunyai
tanggung jawab untuk merangsang dan meningkatkan daya pikir, sikap dan
perilaku yang kreatif bagi siswa dengan mengusahakan iklim atau suasana di
dalam kelas yang menggugah kreativitas.
Menumbuhkan kreativitas belajar anak tidak hanya dilakukan saat
kegiatan belajar mengajar di sekolah melainkan dapat juga dilakukan saat
belajar di rumah. Pengembangan kreativitas dalam belajar tumbuh dari
kemampuan dalam diri individu atau bakat
yang dimiliki seseorang dan
dorongan orang tua yang membantu anak saat belajar di rumah. Proses yang
termasuk dalam kreativitas adalah pemecahan masalah dan membuat sebuah
ide sehingga dapat mengembangkan daya fikir anak dalam memecahkan suatu
masalah.
Di samping kreativitas, aspek lain yang harus diperhatikan adalah
intensitas belajar siswa. Dimana dalam proses belajar memerlukan suatu
perulangan. Dalam perulangan tersebut mengenai materi pelajaran yang telah
diberikan di sekolah sehingga dengan belajar berulang-ulang akan terbiasa
dalam menyelesaikan khususnya dalam pelajaran matematika. Hal ini
mengingat bahwa didalam mengerjakan soal matematika memerlukan
ketrampilan berhitung yang hanya dapat diperoleh dengan latihan secara
kontinu.
Prestasi belajar pada hakekatnya merupakan pencerminan dari usaha
belajar, pada umumnya semakin baik usaha belajar semakin baik pula prestasi
belajar yang dicapai. Pada dasarnya keberhasilan belajar ditentukan oleh dua
faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu contoh
keberhasilan belajar siswa itu adalah intensitas belajar siswa. Dalam
pembelajaran matematika, anak yang memiliki intensitas tinggi terhadap
materi pelajaran matematika menunjukkan adanya pemahaman dalam
matematika sehingga prestasinya akan meningkat. Selain itu keberadaan orang
tua sebagai pendidik utama dengan segenap dukungan yang diberikan kepada
anak dalam rangka proses belajarnya.
Bertolak dari uraian di atas maka perlu kiranya suatu penelitian yang
berkaitan dengan permasalahan di atas. Penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian yang berjudul “Pengaruh Kreativitas dan Intensitas Belajar
Matematika Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Dalam Mata Pelajaran
Matematika Siswa Kelas I SMP Negeri I Ampel Kabupaten Boyolali”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas.Peneliti mengidentifikasi
masalah-masalah yang timbul dalam peneliian ini yang meliputi :
1. Kemampuan kognitif yang dimiliki siswa berbeda-beda tergantung pada
kemampuan untuk melakukan pengaturan kegiatan kognitif dalam belajar.
Bagaimana siswa menggali ingatannya dan menggunakan pengetahuan
yang dimiliki, khususnya dalam memecahkan soal-soal matematika. Perlu
disadari bahwasannya pembelajaran matematika akan berhasil tidak hanya
ditentukan oleh kemampuan guru serta tercapainya tujuan pembelajaran
melainkan kemampuan kognitif siswa juga mempengaruhi keberhasilan
matematika.
2. Kreativitas akan membantu memperluas daya pikr siswa dalam belajar
matematika. Kemungkinan terdapat pengaruh kreativitas belajar siswa
yang menyebabkan perbedaan kemampuan kognitif yang dimiliki siswa.
3. Intensitas belajar matematika dapat meningkat apabila dalam memahami
atau belajar matematika dilakukan secara berulang-ulang tidak hanya satu
kali baca., jika dibaca sekali saja maka akan mudah lupa dan belum tentu
paham secara keseluruhan.
C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini dapat terarah dan tidak meluas jangkauannya maka
diperlukan pembtasan masalah, yaiti :
1. Penelitian ini dilakukan pada semua siswa kelas I SMP N I Ampel.
2. Kemampuan kognitif siswa dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa
dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan pecahan. Aspek
kognitif yang diteliti meliputi kemampuan siswa dalam pengetahuan,
pemahaman dan penerapan. Dalam penelitian ini ada tiga aspek yang tidak
diteliti yaitu analisis, sintesis dan evaluasi.
3. Kreativitas adalah kemampuan siswa untuk menghasilkan sesuatu yang
baru dan berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Disini yang
diteliti adalah kreativitas dalam mengerjakan soal matematika pokok
bahasan pecahan.
4. Intensitas belajar meliputi frekuensi belajar siswa di lingkungan sekolah
dan di luar lingkungan sekolah.
D. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Adakah pengaruh yang signifikan kreativitas terhadap kemampuan
kognitif siswa dalam mata pelajaran matematika pokok bahasan pecahan?
2.Adakah pengaruh yang signifikan intensitas belajar matematika terhadap
kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran matematika pokok
bahasan pecahan?
3. Adakah pengaruh yang signifikan kreativitas dan intensitas belajar
matematika terhadap kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran
matematika pokok bahasan pecahan?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan kreativitas terhadap
kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran matematika pokok
bahasan pecahan.
2. Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan intensitas belajar matematika
terhadap kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran matematika
pokok bahasan pecahan.
3. Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan kreativitas dan intensitas
belajar matematika terhadap kemampuan kognitif siswa dalam mata
pelajaran matematika pokok bahasan pecahan.
F. Manfaat Penelitian
Dengan penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi dunia
pendidikan, yaitu :
1. Mampu memberi masukan bagi guru pada umumnya dan guru matematika
pada khususnya tentang pengaruh kreativitas dan intensitas belajar
matematika terhadap kemampuan kognitif siswa guna menunjang prestasi
belajar matematika siswa.
2. Mampu memberikan kontribusi pada peningkatan mutu pendidikan.
3. Sebagai media untuk belajar, berlatih dan mencoba melakukan
penganalisaan terhadap suatu peristiwa yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar