WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Rabu, 06 April 2011

ANALISA KARAKTERISTIK LALU LINTAS DAN KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL (Studi kasus Simpang Empat Bersinyal Dawung Surakarta)

BURHANI, FARHAN (2007)
Abstract

Simpang Empat Dawung merupakan salah satu simpang bersinyal di Surakarta. Arus lalu lintas yang melalui simpang ini adalah arus menuju ke Solo Baru, Sukoharjo dan Surakarta, yang merupakan daerah komersial. Simpang Empat Dawung mempunyai potensi yang dapat menimbulkan kemacetan, karena banyaknya bus dan angkutan yang berhenti di dekat simpang untuk mencari penumpang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi karakteristik arus lalu lintas dan kinerja simpang pada saat ini. Jenis data yang digunakan untuk keperluan analisis adalah data primer meliputi data geometrik jalan, data kondisi lingkungan, data arus lalu lintas, dan data waktu sinyal yang pengambilannya dilakukan pada hari Senin 28 Mei 2007, Rabu 30 Mei 2007, Sabtu 02 Juni 2007, sedangkan data sekunder yang berupa data jumlah penduduk dari Badan Pusat Statistik. Data tersebut dianalisis untuk mencari kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian, kendaraan terhenti dan tundaan yang terdapat pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa arus lalu lintas yang melewati simpang empat Dawung adalah padat. Jam puncak terjadi pada pagi hari sebesar 1729,5 smp/jam, pagi hari sebesar 1908,2 smp/jam dan pada siang hari sebesar 2562,1 smp/jam.Pengaturan sinyal di simpang empat Dawung diatur dalam 3 fase dengan siklus 69 detik. Kinerja simpang sudah tidak layak lagi, hal ini bisa dilihat dari: tidak tetapnya pengaturan sinyal, nilai kapasitas sebesar 626,05 smp/jam, derajat kejenuhan (pendekat Utara 1,52, pendekat Timur 0,20, pendekat Selatan 2,29 dan pendekat Barat 0,82), panjang antrian (QL) 333,33 m, kendaraan terhenti (NSV) 21706,04 smp/jam, dan tundaan 2381,12 m.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permasalahan transportasi seperti: kemacetan, polusi udara, kecelakaan,
antrian maupun tundaan biasa dijumpai dengan tingkat kuantitas yang rendah maupun
besar. Permasalahan tersebut sering dijumpai di beberapa kota di Indonesia termasuk
di Surakarta.
Kota Surakarta merupakan daerah yang memiliki pertumbuhan penduduk
0,73 % per tahun. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat,
menjadikan Surakarta kota yang ramai dengan arus lalu lintas yang cukup besar dan
dilewati berbagai jenis kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Salah satu
bagian jalan yang sangat berkaitan dengan masalah lalu lintas adalah simpang empat
Dawung Surakarta.
Simpang empat, pertemuan jalan Jl. Yos Sudarso dan Jl. Pattimura ini
merupakan salah satu dari simpang empat bersinyal di Surakarta. Simpang empat
tersebut, mempunyai potensi kecelakaan yang tinggi dan dapat menimbulkan antrian
maupun tundaan, terutama pada saat jam sibuk dengan berbagai jenis kendaraan di
dalamnya. Arus lalu lintas yang melalui simpang tersebut adalah arus dari dan
menuju Sukoharjo, Solo Baru dan Surakarta. Tipe lingkungan jalan sekitar simpang
empat Dawung merupakan daerah komersial, hal ini bisa dilihat dengan adanya
perkantoran, bengkel, rumah makan dan pertokoan. Banyak bus dan angkutan kota
yang berhenti di dekat simpang mencari penumpang, ini mengakibatkan kemacetan
pada jalan tersebut. Selain itu, pergerakan kendaraan yang melewati simpang tersebut
tidak lancar khususnya pada jam sibuk dikarenakan adanya parkir kendaraan yang
berada di jalan (on street) yang mana kondisi seperti itu akan mengakibatkan luas
jalan akan berkurang, sehingga akan mengakibatkan kemacetan, antrian, pergerakan
kendaraan jadi lambat, bahkan akan menimbulkan kecelakaan.

Berdasarkan permasalahan yang ada di simpang empat Dawung Surakarta saat
ini, penelitian untuk menganalisa karakteristik lalu lintas dan tingkat kinerja simpang
dari simpang empat bersinyal tersebut dirasa perlu dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dapat dibuat
suatu perumusan masalah sebagai berikut:
1). Bagaimana karakteristik arus lalu lintas di simpang empat bersinyal Dawung
Surakarta.
2). Bagaimana kondisi kinerja simpang empat bersinyal Dawung Surakarta?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1). Mengetahui kondisi karakteristik arus lalu lintas di simpang empat bersinyal
Dawung Surakarta.
2). Mengetahui kinerja simpang empat bersinyal Dawung Surakarta.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1). Memberikan informasi tentang volume lalu lintas, kapasitas, derajat kejenuhan,
tundaan dan peluang antrian pada simpang empat bersinyal Dawung.
2). Sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang
berhubungan dengan masalah simpang empat bersinyal.
3). Dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah dengan kondisi di
lapangan.


E. Batasan Masalah
1). Lokasi penelitian yaitu di simpang empat Dawung Surakarta (pertemuan jalan Jl.
Yos Sudarso dan Jl. Pattimura).
2). Kendaraan yang melewati persimpangan dianggap berjalan sesuai dengan lajurnya
sejak mendekati persimpangan, apabila terjadi antrian kendaraan dibelakang
memiliki kecepatan lebih tinggi dari kendaraan didepannya, kendaraan
melakukan perlambatan.
3). Jenis kendaraan yang ada di lokasi penelitian adalah:
a). Kendaraan ringan (LV), seperti: minibus, micro truck, sedan, jeep, van, mobil
box dan pick up sesuai klasifikasi Bina Marga.
b). Kendaran berat (HV), seperti: truk 2 as, truk 3 as, truk gandeng, bus besar.
c). Sepeda motor (MC).
d). Kendaraan tak bermotor, seerti: gerobak, sepeda dan becak.
4). Perhitungan dilakukan pada: pukul 06.00-10.00 BBWI dan pukul 14.00-16.00
BBWI.
5). Karakteristik arus lalu lintas di simpang yang ditinjau adalah: arus dan sinyal.
6). Ukuran kinerja simpang yang diteliti meliputi: kapasitas, derajat kejenuhan,
panjang antrian, kendaraan terhenti, serta tundaan yang terjadi.
7). Pedoman analisis menggunakan MKJI 1997.
F. Keaslian Penelitian
Sepanjang sepengetahuan studi tentang analisis tundaan dan panjang antrian
yang berdasarkan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 pada simpang
empat bersinyal Dawung pernah dilakukan, tapi pada waktu itu kondisi simpang
belum ada sinyalnya. Pernah juga dilakukan penelitian simpang empat bersinyal di
Widuran oleh Andyka (2004), simpang empat bersinyal di Jl. Pemuda Kendal oleh
Widodo (2005) dan simpang bersinyal terhadap kapasitas dan tingkat kinerja di
simpang empat Gendengan Surakarta oleh Fajar (2003).

G. Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Sejenis
Persamaan dengan penelitian yang dilakukan Andyka, 2004 (Analisa Kinerja
Simpang Empat Bersinyal Widuran Solo), Widodo, 2005 (Analisa Kapasitas
Simpang Empat Bersinyal Jl. Pemuda Kendal) , Mardam, 2005 (Evaluasi Simpang
Empat Bersiyal Sukowati) adalah:
1). Penggunaan Metode MKJI 1997 dalam analisa.
2). Bentuk simpang adalah simpang bersinyal.
3). Analisa kinerja simpang terdiri dari: kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian,
kendaraan terhenti serta tundaan yang terjadi.
4). Membahas tentang karakteristik arus lalu lintas di simpang yang berupa
pengaturan sinyal dan arus.
Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan Fajar, 2003 (Analisis Simpang
Bersinyal Terhadap Kapasitas dan Tingkat Pelayanan dengan Metode HCM 1985)
Andyka, 2004 (Analisa Kinerja Simpang Empat Bersinyal Widuran Solo) dan
Widodo, 2005 (Analisa Kapasitas Simpang Empat Bersinyal Jl. Pemuda Kendal)
adalah:
1). Lokasi
a). Lokasi penelitian Andyka di simpang empat Widuran.
b). Lokasi penelitian Widodo di simpang empat Jl. Pemuda Kendal.
2). Metode yang digunakan adalah metode HCM 1985

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar