WAJAH PERPUSTAKAAN KITA


JUDUL - JUDUL SKRIPSI / THESIS / KARYA ILMIAH

Rabu, 06 April 2011

ANALISIS PROFIL MUKA AIR BANJIR PADA ALIRAN SHORT CUT DAN SUNGAI

AMRULLAH, FATHORI (2008)
Abstract

Beberapa cara untuk pengendalian banjir yang dapat dilakukan adalah normalisasi sungai, pembuatan floadway / short cut, pembuatan waduk, atau reboisasi (penghijauan) di zona resapan air. Pada teknik pengendalian banjir dengan cara pembuatan short cut, memerlukan hitungan yang rinci dan tepat, sehingga beban banjir yang dibagi / dibebankan pada masing-masing sungai atau short cut dapat terealisasi sesusai dengan rencana. Pada penelitian ini digunakan metode runge kutta order 4, metode integrasi numerik dan step method untuk routing muka air banjir di short cut dan sungai. Data yang digunakan dalam metode ini adalah data hipotetik (buatan) yang didapatkan dari keumuman data dilapangan meliputi lebar saluran (B), kemiringan saluran (l), debit (Q), angka manning (n). Dengan menggunakan tiga metode yaitu: metode rungge kutta order 4, metode integrasi numerik, dan metode direct step. 0 Dengan ΔX sebesar 10 m, hasil analisis dengan ketiga metode tersebut sangat mirip, dari tinjauan numeris dapat disimpulkan bahwa metode step method merupakan metode yang paling baik walaupun memerlukan teknik interasi dalam setiap step hitungan, sedangkan metode runge kutta order 4 merupakan metode yang cukup teliti tanpa adanya Teknik iterasi disusul metode integrasi numerik merupakan metode yang paling sederhana.

BAB I
PENDAHULUAN
A. .Latar Belakang
Kejadian banjir di Indonesia semakin sering intensitasnya. Dari tinjauan hidrologi dan hidraulika, penyebab banjir antara lain tingginya curah hujan yang jatuh di catchment area, tersumbatnya drainase, pecahnya bendungan ataupun karena semakin kedapnya penutup lahan. Sedangkan penyebab banjir di sungai-sungai hilir dapat juga karena tingginya air pasang, sehingga kemiringan muka air cenderung kecil yang berakibat pada menurunnya kecepatan air, sehingga aliran air seperti terkena efek backwater.
Puncak banjir sering terjadi pada bulan Pebruari- Maret, hal ini disebabkan hujan dominan tahunan terjadi pada bulan-bulan tersebut, Puncak banjir juga terjadi pada bulan-bulan tersebut, kemungkinan juga hujan sudah relative lama turun (semenjak bulan Oktober) sehingga kondisi tanah semakin jenuh air dan kapasitas infiltrasi semakin kecil.
Beberapa cara untuk pengendalian banjir yang dapat dilakukan adalah normalisasi sungai, pembuatan floodway / short cut, pembuatan waduk, atau reboisasi (penghijauan) di zona resapan air.
Pada teknik pengendalian banjir dengan cara pembuatan short cut, memerlukan hitungan yang rinci dan tepat, sehingga beban banjir yang dibagi / dibebankan pada masing-masing sungai atau short cut dapat terealisasi sesusai dengan rencana. Dari latar belakang tersebut diatas, diperlukan studi yang rinci dengan berbagai metode, untuk memprediksi debit dan muka air banjir di sungai atau short cut.

B.Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan studi.
Tujuan diadakannya penelitian ini antara lain sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui cara pembagian air yang benar, tinggi muka air banjir pada short cut dan sungai asli, dengan tetap mengacu pada persamaan hidraulika.
b. Dapat membandingkan kelebihan dan kekurangan pada masing-masing metode (3 metode).
2. Manfaat studi.
Analisa ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca maupun lainnya:
a. Dapat digunakan untuk merencanakan short cut beserta sungai asli di dalam mengendalikan bajir.
b. Menambah pengetahuan dan diharapkan dapat memberikan perkembangan ilmu teknik sungai khususnya short cut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar