Abstract
FITRIANA, VERA (2010)
Peran keluarga dalam merawat klien skizofrenia paranoid memiliki peran yang sangat penting. Keluarga adalah tempat pendidikan utama bagi individu untuk belajar dan mengembangkan nilai, keyakinan, sikap dan perilaku penderita skizofrenia paranoid. Pola asuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik kesehatan sosial dan agama yang diberikan merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak yang untuk menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui gambaran pola asuh keluarga pada pasien skizofrenia paranoid dengan studi retrospektif di RSJD Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan pengelompokkan data, validasi data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga yang diterapkan oleh keluarga pada penderita skizofrenia paranoid RSJD Surakarta berbeda-beda. Penerapan pola asuh yang diterapkan keluarga terhadap anggota keluarganya yang terkena gangguan skizofrenia paranoid, tidak mengacu pada pola asuh tertentu sebagaimana teori pola asuh yang ada, seperti pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif. Beberapa pola asuh yang diterapkan oleh keluarga penderita skizofrenia paranoid diantaranya adalah otoriter, demokratis, dan permisif. Jadi kesimpulannya pada penelitian di RSJD Surakarta menggambarkan pola asuh keluarga yang demokratis menunjukkan angka paling dominan terhadap terjadinya skizofrenia paranoid dibandingkan dengan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.
Jumat, 18 Maret 2011
GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID (STUDI RETROSPEKTIF) DI RSJD SURAKARTA
Kamis, 17 Maret 2011
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA
Abstract
ARI, PURWANINGTYAS LISA DWI (2010)
Skizofrenia merupakan suatu gangguan psikotik dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan interpersonal serta memecahkan masalah. Pasien skizofrenia sering menunjukkan perilaku menarik diri, terisolasi, sulit diatur dan cemas. Terapi yang digunakan untuk pasien skizofrenia yang mengalami kecemasan salah satunya adalah dengan terapi perilaku. Latihan relaksasi progresif sebagai salah satu tehnik relaksasi otot telah terbukti dalam program terapi terhadap ketegangan otot mampu mengatasi keluhan anxietas, insomnia, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah tinggi, fobi ringan dan gagap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi progresif terhadap tingkat kecemasan pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group design, dimana penelitian ini menggunakan dua kelompok, satu kelompok sebagai kelompok perlakuan dan satu kelompok sebagai kontrol. Sampel penelitian adalah sebanyak 30 responden dengan teknik proporsional random sampling. Teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis uji Mann Whitney U-test. Kesimpulan Penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat kecemasan pasien skizofrenia di RSJD Surakarta sebelum pemberian terapi (pre test) pada kelompok eksperimen sebagian besar ringan (73%) sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar juga ringan (80%), tingkat kecemasan pasien skizofrenia di RSJD Surakarta sesudah pemberian terapi (post test) pada kelompok eksperimen seluruhnya ringan (100%) sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar masih ringan (87%) namun masih terdapat yang sedang (13%), dan terdapat pengaruh relaksasi progresif terhadap tingkat kecemasan pasien skizofrenia di RSJD Surakarta.