Abstract
FAOZI, EKAN (2010)
Kanker merupakan masalah utama penyakit di dunia. Leukemia limfositik akut paling lazim dijumpai pada anak, insiden tertinggi terdapat pada usia 3-7 tahun, dan menurun pada usia 10 tahun. Jika anak positip menderita Leukemia limfositik akut, anak harus dilakukan terapi pemeliharaan yang cukup panjang (2-3 tahun), sehingga anak harus mengalami hospitalisasi berulang. anak yang dirawat di rumah sakit, akan mudah mengalami krisis karena mengalami stress akibat perubahan baik terhadap status kesehatan maupun lingkungan dalam kebiasaan sehari-hari dan mempunyai sejumlah keterbatasan dalam mekanisme koping untuk mengatasi masalah maupun kejadian yang bersifat menekan. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap pasien anak usia prasekolah yang menderita leukemia limfositik akut di ruang melati 2 RSUD Dr.Moewardi Surakarta 7 pasien mengalami regresi, pasien terlihat berdiam diri, menolak untuk kerjasama, ketakutan kecurigaan yang sangat tinggi dengan orang lain. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan hospitalisasi berulang dengan perkembangan psikososial anak prasekolah yang menderita leukemia limfosistik akut di ruang Melati 2 RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian diskriptif korelasi. Jumlah populasi 15 pasien yang didapatkan dari dokumentasi keperawatan Ruang Melati 2 tahun 2009. Sampel adalah anak usia prasekolah yang berumur 4-5 tahun penderita leukemia limfositik akut yang menjalani perawatan di rumah sakit minimal 2x dalam satu bulan. Dengan teknik pengembilan data yaitu accidental sampling diperoleh sampel sebanyak 13 responden. Pengujian statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Pengukuran responden mengenai perkembangan psikososial menggunakan test VSMS. Hasil penelitian menunjukkan 9 responden (69,2%) melakukan hospitalisasi berulang kategori sering, sementara terdapat 4 responden (30,8%) melakukan hospitalisasi berulang sedang. Sebanyak 10 responden (76,9%) memiliki perkembangan psikososial di bawah rata-rata, 3 responden (23,1%), memiliki perkembangan psikososial sesuai rata-rata. Ada hubungan hospitalisasi berulang dengan perkembangan psikososial anak prasekolah yang menderita leukemia limfositik akut di Ruang Melati 2 RSUD Dr. Moewardi Surakarta dimana p-value = 0,001 dengan tingkat hubungan yang sangat kuat
Jumat, 18 Maret 2011
HUBUNGAN HOSPITALISASI BERULANG DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRASEKOLAH YANG MENDERITA LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT DI RUANG MELATI 2 RSUD Dr. MOE
Kamis, 17 Maret 2011
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI IBU TENTANG PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PADA IBU DENGAN ANAK YANG DIHOSPITALISASI DI RSUD Dr. MOEWARDI SU
Abstract
Fahmi, Faiz (2010)
Kepuasan pasien merupakan tujuan utama dari pelayanan kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah perilaku caring perawat. Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perilaku caring perawat masih tergolong dalam kategori sedang. Hasil observasi peneliti terhadap perilaku caring perawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, menunjukkan bahwa perawat kurang dapat menunjukkan perilaku caring yang baik, misalnya perawat hanya memberikan perawatan kesehatan yang pada umumnya hanya memperhatikan kebutuhan fisik pasien saja. Perawat jarang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan psikis pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap tingkat kepuasan pada ibu dengan anak yang dihospitalisasi di bangsal Melati II RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif. Sampel penelitian adalah 61 ibu dengan anak yang dihospitalisasi di bangsal Melati II RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan teknik random sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner.Teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persepsi pasien tentang perilaku caring perawat rata-rata adalah cukup baik (87%), (2) tingkat kepuasan pasien rata-rata adalah cukup puas (74%), dan (3) terdapat hubungan antara persepsi pasien tentang perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pada ibu yang anaknya dihospitaliasi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan rho 0,568 (p-value = 0,001). Kata kunci: perilaku caring perawat, kepuasan ibu, hospitalisasi anak.