Abstract
ANITA, ANITA (2010)
Pengaruh proses penuaan menimbulkan berbagai masalah termasuk mangalami penurunan dari segi fisik, lebih rentan terkena berbagai macam penyakit seperti gangguan depresi, kecemasan, dan stress. Hal ini yang memicu lansia mengalami gangguan pola tidur terlebih pada waktu tidur pada malam hari (insomia). Untuk mengatasi masalah tidur pada lansia, dapat digunakan metode terapi hypnosis, yang merupakan suatu metode penyembuhan mental dengan menggunakan hipnotis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh hypnosis terhadap kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Desa Karang Baki, Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang dirancang menggunakan penelitian eksperimen dengan pre test-post test design. Populasi penelitian adalah semua lansia yang memiliki masalah insomia, pengambilan sampel dengan menggunakan metode accidental sampling ¬ dan diperoleh 28 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dalam bentuk Insomnia Rating Scale yang dikembangkan oleh Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta (KSPBJ). Instrumen pengamatan standart teknik hypnosis observasi (pengamatan) dengan waktu terapi hypnosis selama 40 menit. Pengujian hipotesis yaitu menggunakan uji t Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insomnia lansia sebelum dilakukan pemberian teknik terapi hynosis mayoritas pada tingkat sedang yaitu sebanyak 22 responden. Setelah dilakukan pemberian teknik terapi hynosis mayoritas pada tingkat ringan sebanyak 16 responden. Hasil pengujian Wilcoxon Rank Test diperoleh p-value = 0,000, sehingga disimpulkan ada pengaruh terapi hypnosis terhadap kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Desa Karang, Kecamatan Baki, Sukoharjo.
Kamis, 17 Maret 2011
PENGARUH TERAPI HYPNOSIS TERHADAP KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI POSYANDU DESA KARANG KECAMATAN BAKI SUKOHARJO.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN SEBELUM MENGHADAPI PRAKTIK KLINIK DI RUMAH SAKIT.
Abstract
Haristanadi, Rosy (2010)
Masalah psikis dan stres psikologis yang terjadi pada seseorang dapat menimbulkan insomnia. Masalah tidur pada seseorang biasanya ditandai dengan sulit masuk tidur, tidur gelisah, sering terbangun atau periode bangun tidur panjang. Para mahasiswa keperawatan yang baru pertama kali melakukan orientasi di sebuah rumah sakit tempat mereka peraktik, mungkin akan mengalami rasa ketakutan, karena akan berhadapan dengan orang–orang yang baru, tempat yang baru dan situasi yang baru juga, yang terkadang rasa kecemasannya itu bisa membuat mereka sulit tidur, atau bahkan sampai ke tahapan insomnia. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 99 mahasiswa S1 Keperawatan UMS yang akan menjalani praktik belajar di rumah sakit. Penentuan sample penelitian menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengolahan data menggunakan teknik analisis Rank Spearman. Kesimpulan Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebelum menghadapi praktik klinik di rumah sakit sebagian besar adalah sedang, kejadian insomnia mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebelum menghadapi praktik klinik di rumah sakit Surakarta sebagian besar adalah sedang, dan Terdapat hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebelum menghadapi praktik klinik di rumah sakit, yaitu dengan nilai rhitung 0,547dan nilai probabilitas (p-value) 0,001.